Pengantar

Aku tidak ingin ceroboh perihal pilihan agama yang kuanut. Sebab, agamalah yang menentukan keselamatan hidupku sekarang dan masa mendatang, termasuk sesudah mati. Namun, pengetahuanku tentang agamaku dan agama lain sangat sedikit. Oleh karena itu, di sini aku mengundang dirimu untuk berbagi ilmu agama kepadaku (dan kepada pengunjung lainnya).

Blog ini ditujukan kepada delapan kelompok orang, yaitu: yang [1] mempertanyakan kebenaran agama Islam, [2] mempertanyakan kesesatan agama Islam, [3] meragukan kebenaran agama Islam, [4] meragukan kesesatan agama Islam, [5] meyakini kebenaran agama Islam, [6] meyakini kesesatan agama Islam, [7] meyakini kebenaran agama atau sistem kepercayaan lain, [8] meyakini kesesatan agama atau sistem kepercayaan lain.

Dari empat kelompok pertama, aku mengharap tanggapan berupa pertanyaan yang sekritis-kritisnya. Sedangkan dari empat kelompok lain, aku mengharap komentar berujud jawaban yang sejelas-jelasnya.

Dalam hal kejelasan dan kekritisan ini, seorang murtad menyampaikan “saran”:

Bukankah lebih baik bila Anda tidak melihat yang sesatnya Islam, tapi lihatlah yang baik-baiknya saja supaya Anda tidak murtad? Ibaratnya di hadapan Anda ada tahi, bukankah lebih baik bila Anda mengalihkan pandangan Anda ke tempat lain, dan bukannya terus-menerus melotot pada obyek yang tak sedap itu?

Penilaian seseorang dipengaruhi dari apa yang dilihatnya. Bila yang Anda lihat jelek, pasti penilaian Anda pun jelek. Maka dari itu, jangan lihat yang jelek-jeleknya, tutuplah mata Anda rapat-rapat, lihatlah yang baik-baiknya saja, niscaya Anda akan kagum dengan Islam.

Akan tetapi, aku berkeyakinan bahwa penilaian seseorang bukan dipengaruhi oleh apa yang dilihatnya, melainkan bagaimana melihatnya. Karena itu, aku takkan menutup mata melihat “tahi-tahi” Islam atau pun “tahi-tahi” agama lain. Sebab, belum tentu tahi itu buruk. Belum tentu pula “mempelototi” tahi akan membuat kita membenci makhluk yang memproduksi tahi.

Memang, dari sudut pandang tertentu, tahi kita terasa tak sedap dan tampaknya bisa mengotori lingkungan. Namun dari sudut pandang lain, yaitu dari pelajaran biologi yang kuterima semasa SMP, tahi kita sangat berguna demi keseimbangan ekosistem kita. “Mempelototi” tahi secara cermat alias melakukan pengamatan ilmiah terhadap tahi telah menghasilkan ilmu-ilmu pengetahuan yang amat bermanfaat bagi kita, misalnya untuk budidaya di bidang pertanian dan peternakan. Dengan demikian, keberadaan tahi bukanlah alasan yang memadai bagi sang peneliti untuk membenci (atau pun mencintai) makhluk yang memproduksi tahi tersebut.

Dengan asumsi semacam itu, aku di blog ini menempatkan diri pada posisi mempertanyakan kebenaran atau pun kesesatan agama Islam. Pertanyaan inti yang kuajukan di keseluruhan blog ini adalah: Perlukah Aku Murtad? Mengapa?

Apabila aku jumpai jawaban yang membuatku yakin akan kesesatan Islam, maka aku akan murtad. Namun kalau tidak, maka aku tetap beragama Islam. Di samping itu, jika aku temukan jawaban yang membuatku yakin akan kebenaran agama atau sistem kepercayaan lain, maka aku akan memeluk agama atau sistem kepercayaan lain tersebut. Namun bila tidak, maka aku pun takkan masuk agama atau sistem kepercayaan lain itu.

Jogja (Yogyakarta), 29 Juli 2010
M Shodiq Mustika

  1. fanani
    29 September 2010 pukul 11:30

    Saya juga tidak ingin ceroboh perihal pilihan agama sebab agama berkaitan langsung dengan simpul besar dalam kehidupan dan peradaban manusia; simpul besar tentang manusia, alam semesta, dan kehidupan; dari mana ketiga hal itu berasal, apa tujuan keberadaannya, akan ke mana setelah kehidupan ini berakhir, apa hubungan kehidupan sekarang dengan asal ketiga hal itu, dan apa hubungan kehidupan sekarang dengan tempat kembali setelah kehidupan ini berakhir.

  2. tito
    30 September 2010 pukul 22:59

    Benar tidaknya suatu agama harus dilihat dari KONTEKS KETUHANANNYA….
    Kristen….Tuhannya satu dari tiga…tiga menjadi satu….BULLSHIT…agama hasil ciptaan manusia…si Paulus nabi palsu orang kristen….

    • giofani
      26 Januari 2012 pukul 14:46

      Tito….Komentar anda terlalu vulgar….nilailah agama anda …

    • rajugirsang
      27 Juni 2013 pukul 01:02

      agaplh bnr kata kau, tp apa kh benar dng ajaran pesta sex dsurga, dr pd jinah kawin 4x, membunuh (jihad) masuk surga, dll…?

      • 14 Desember 2014 pukul 15:27

        maaf saya ingin membantah karna saya tersinggung dengan perkataan anda,saya tahu anda kesal dengan saudara tito, sama, sebagai muslim saya juga kesal kepada saudara tito, pemikirannya tidak cerdas dan perangainya buruk, namun anda juga sama saja dengan tito,
        pertama, sex disurga, pasti yang anda maksudkan ketika seorang muslim masuk surga maka laki2 masing2 mendapat 7 bidadari, tak pernah disebutkan ada seks, atau kata yang merujuk ke sana, di surga semua memang menjadi halal, namun perlu diingat jangan samakan orang yang masuk surga seperti orang bejat di dunia, di surga tidak ada tindakan dan perkataan yang tidak berguna atau sia sia

        kedua, kawin 4 kali, pasti yang anda maksudkan adalah rasulullah. tahukah anda siapa yang beliau nikahi? mereka adalah para janda, dan orang2 yang sudah renta, dan tentunya niatnya hanya ikhlas menolong, karena dengan menikahinya itu berarti mereka jadi tanggungan rasulullah, dan ingat!! mereka tidak digauli sama sekali, selain istri beliau siti aisyah. dan rasulullah pun melarang umatnya untuk menikah lebih dari sekali, kecuali dia dapat berlaku adil pada istri lainnya jika dia poligami, adil dalam berbagai hal

        lalu masalah jihad, jihad artinya tidak membunuh, lagi pula di masa rasulullah perang dilakukan jika cara baik2 tidak berhasil dan musuh malah membalasnya dengan kekerasan, jadi jelas bahwa perang adalah nomor kesekian dibanding cara damai, bisa dibilang perang dilakukan jika tak ada pilihan lain, lalu bagaimana dengan para teroris??? jujur saya juga membenci mereka, mengaku islam namun jauh sekali dari islam. anda bisa menganggap mereka kafir. jangan samakan dengan orang islam!! mereka terlalu bodoh untuk bisa memahami apa yang ada didalam alquran, allah telah memberikan banyak sekali peringatan didalam alquran, namun mereka terlalu enggan menyadarinya, hingga allah membutakan mata hati dan pendengarannya atas kebenaran dan membuat mereka semakin sesat, islam tegas karena islam telah banyak memberikan peringatan dan peringatan, terlalu banyak bahkan, maka pantaslah islam untuk bertindak tegas,

  3. 9 Maret 2011 pukul 00:05

    Apa Arti Sebuah Nama (agama) …??! , Jika Tuhan Menghendaki, Dia mampu menjadikan manusia itu satu umat, satu pemahaman, satu nama, Menurutku dari sekian banyaknya golongan/pemahaman/agama yang ada di dunia ini, sejak dulu sampe sekarang, dari setiap golongan itu ada yang selamatnya, ada yang celaka nya…, kalo kita persingkat menjadi 2 golongan saja; yaitu 1. Islam 2. Non Islam, maka dari kedua golongan itupun ada yang Selamat dan ada yang Celaka…, maka kesimpulannya, kalau dilihat dari perkataan murtad dan tidak murtad dalam konteks ini, baik golongan yang murtad, maupun golongan yang tidak murtad, dari keduanya bakal ada yang selamat dan bakal ada yang celaka….!!, Hehehe…

    Salam Universal.

  4. barat
    29 Oktober 2011 pukul 00:17

    “Wa innahu la’ilmu lis saa’ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi’unni haadzaa shiraathum mustaqiim…”Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus …(Az Zukhruf, 43:61)

    “Wa lammaa jaa-a ‘Isa bil bayyinaati qaala qad ji’tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba’dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athii’u…”Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu…(Az Zukhruf, 43:63)

    Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu…”Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya(Hadis Anas bin Malik hal.72)

    “… arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya.”…Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna…(Maryam, 19:17)

    “Wa salaamu ‘alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub’atsu hayaa.”Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali.”(Maryam, 19:33)

    “Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi’uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa’ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati.”Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu, dan mengangkatMu depadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutiMu diatas mereka yang kafir hingga hari kiamat.”(Al Imran, 3:55)

  5. ali hasan
    8 Desember 2012 pukul 14:31

    loe kalo mau murtad murtad aja,, allah swt itu gak butuh loe,,, emangnya ALLAH SWT bakal nangis kalo kehilangan umatnya? TIDAK!

    yang tuhannya nangis nangis minta di sembah SAMBIL TEREAK itu adalah yang melintang di tiang salib.wkwkwkwkw…

  6. rajugirsang
    27 Juni 2013 pukul 01:06

    yg benar begini ;ada 2 golongan, kristen dn non kristen.

  7. 20 Agustus 2014 pukul 21:58

    kristen itu agama kampang!

  8. just me
    2 September 2014 pukul 13:01

  1. 3 Agustus 2010 pukul 07:33
  2. 4 Agustus 2010 pukul 15:14
  3. 5 Agustus 2010 pukul 04:04
  4. 19 Agustus 2010 pukul 23:39

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s