Beranda > Murtad karena meragukan Al-Qur'an (dan al-Hadits)? > Murtad karena “kembali ke Al-Qur’an dan Al-Hadits”?

Murtad karena “kembali ke Al-Qur’an dan Al-Hadits”?

Terhadap artikel “Alasan Murtad Yang Masuk Akal“, muncul berbagai tanggapan yang menarik. Satu diantaranya, mengenai kurang islaminya orang-orang muslim pada umumnya, aku bahas di sini.

Pak Shodiq yang baik, pernahkah terlintas di pikiran Anda sumber “ketidakislamian” muslim lain adalah mereka melakukan 100% yang diperintahkan Alquran [atau “kembali ke Al-Qur’an dan Al-Hadits”]?


Ya, aku pernah mempertimbangkan kesimpulan seperti itu. Namun yang aku yakini sekarang, tidak ada muslim (selain Nabi Muhammad) yang melakukan 100% yang diperintahkan Alquran. Hanya beliaulah yang 100% “kembali ke Al-Qur’an dan Al-Hadits”.

Pernahkah Anda jujur&obyektif bahwa SUDUT PANDANG Andalah yg membuat anda lebih “islami”?

Aku berusaha jujur & obyektif. Namun Tuhanlah yang lebih tahu apakah sudut pandangku lebih islami daripada muslim lain pada umumnya.

Lihat bagaimana bertolakbelakangnya kelakuan muslim2 yang menurut anda tidak islami itu, apakah mereka MENCAMPURADUKAN pemahaman mereka ttg Islam dgn berbagai SUDUT PANDANG?

Ya dan tidak. Menurut pengamatanku, mereka yang kurang islami itu ada yang mencampurkan ajaran Islam dengan berbagai sudut pandang yang tidak islami; ada yang mencampuradukkannya dengan berbagai sudut pandang yang “tidak konsisten” (sesuai dengan hawa nafsu). Namun, ada pula yang tidak menggunakan sudut pandang sama sekali; mereka menelan mentah-mentah Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Atau murni melakukan apa perintah Alquran?

Tidak. Yang 100% murni melakukan perintah Alquran hanyalah Nabi Muhammad. Adapun sekelompok orang muslim yang berusaha meniru Nabi Muhammad dalam segala aspek kehidupan sampai ke hal yang sekecil-kecilnya, mereka lebih cenderung menelan mentah-mentah Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Islam yang Anda anut adalah Islam yg telah bercampur dengan isme-isme, yang anda katakan adalah SUDUT PANDANG.

Ya dan tidak. Jika yang dimaksud dengan Islam adalah yang dipahami dan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad tanpa memperhitungkan konteksnya, maka memang benar bahwa aku telah “mencampurkannya” dengan isme-isme dan sudut pandang lain. Namun bila yang dimaksud dengan Islam adalah yang diperintahkan oleh Nabi Muhammad kepadaku dengan memperhitungkan konteksnya, maka aku masih Islam “tanpa campuran” dari isme-isme lain. Sebab, Nabi Muhammad itu sendiri telah memintaku untuk “mencampurkan” ajaran beliau dengan isme-isme lain, asalkan tidak bertentangan dengan ajaran beliau. (Nabi bersabda, “Kalimat hikmah adalah milik orang mukmin yang hilang.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah). Maksudnya, di mana pun orang Islam menemukan hikmah, maka ia berhak menggunakannya. Ali bin Abi Thalib, salah seorang sahabat terdekat Nabi, berkata pula, “Ambillah hikmah dari sumber mana pun.“)

Tanyakan kepada diri Anda KENAPA PERLU ISME-ISME jikalau Alquran memang sudah sempurna? Kenapa perlu embel-embel moderat jika memang Islam sudah maju? kenapa perlu Liberalisme supaya islam jadi terbuka dan toleran? Perlukah humanisme jika memang Islam itu humanis?

Alasannya, diantaranya: [1] Karena kita manusia tidak sempurna dalam memahami apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh Allah dan Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits; dan [2] karena kita diperintahkan untuk mengambil hikmah dari sumber mana pun, asalkan tidak bertentangan dengan kedua sumber utama itu.

Kenapa Anda perlu SUDUT PANDANG supaya lebih Islami? Ini karena ada dualisme di Alquran.

Semua ayat2 yang turun di Mekah adalah ayat2 yang toleran dan bersahabat. Ini karena Muhamad masih sedikit pengikutnya dan perlu mengedepankan “wajah manis”. Ayat2 yg turun di Madinah adalah ayat-ayat penuh kekerasan dan kebencian. Apalagi ketika sukses Hijrah dan menduduki Mekah.

Ini yang membuat Anda bingung.

Tidak. Bukan itu yang membuatku bingung. Aku sudah memahami dualisme Alquran dengan cara menganut Filsafat Mawas. Yang membuat aku bingung adalah keterbatasan kita manusia dalam memahami apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh Allah dan Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. (Lihat “Manakah Islam yang sebenarnya?“)

Seandainya aku “kembali ke Al-Qur’an dan Al-Hadits” dengan cara menelannya mentah-mentah, terutama dualismenya, maka aku akan menjadi muslim yang “berkepribadian ganda” (menjadi orang yang baik dan sekaligus menjadi orang yang jahat) seperti “muslim” teroris atau justru akan menjadi murtad seperti Ali Sina karena memuntahkan kembali sesuatu yang tadinya ditelan mentah-mentah dalam rangka “menjadi orang yang baik sepenuhnya”.

Analisis Anda (bahwa semua ayat yang turun di Mekah adalah ayat yang toleran dan bersahabat “karena [1] Muhamad masih sedikit pengikutnya dan [2] perlu mengedepankan ‘wajah manis'”) itu merupakan hipotesis yang perlu diperiksa benar-salahnya. Manakah hadits (atau bukti historis lain) yang membuktikan bahwa kedua hal itulah YANG MENYEBABKAN turunnya ayat-ayat Alquran yang toleran? (Inilah pertanyaan terpenting dariku saat ini. Aku sangat mengharap jawaban atas pertanyaan ini dari siapa pun.)

Anda tanpa sadar menutup mata dari ayat2 penuh kekerasan itu lewat SUDUT PANDANG anda.

Tidak. Dengan menggunakan Filsafat Mawas, secara sadar aku membuka mata terhadap “ayat2 penuh kekerasan” dengan berbagai sudut pandang, bukan hanya sudut pandangku sendiri.

Sedangkan muslim-muslim lain yang menurut anda tidak Islami, melakukan KEDUA sisi dualisme itu.

Entahlah. Aku belum mengerti apa yang Anda maksudkan dengan “melakukan KEDUA sisi dualisme” itu.

Ambil contoh ayat2 yang memerintahkan muslim untuk berperang utk menegakkan syariah dan dengan vulgar membolehkan muslim memenggal kepala dan memotong ujung-ujung jari musuhnya.

Anda akan mengemukakan dengan berbagai SUDUT PANDANG sehingga akhirnya ayat2 tersebut (pada intinya) tidak bisa digunakan lagi.

Sejauh ini, aku yakin bahwa semua ayat Alquran bisa kugunakan lagi sesuai dengan konteksnya masing-masing. (Yang melakukan dualisme tidak memperhatikan konteksnya.) Untuk contoh ayat-ayat perang atau kekerasan, ini merupakan perkara yang tidak sederhana. Dibutuhkan uraian yang panjang-lebar untuk mencari tahu konteks-konteksnya. Mudah-mudahan di kesempatan lain kita bisa membicarakannya. Untuk sekarang, silakan simak lebih dulu artikel “Manakah agama damai & agama kekerasan?

Di situ Jeff Wilson antara lain menyatakan, “Tidak ada satu pun orang religius yang bukan bagian dari suatu budaya, kelompok etnis, dan kelas sosial, dan yang tidak dipengaruhi oleh situasi politik masyarakatnya. Begitu kita akui kebenaran yang tak terbantah ini, kita bisa mulai memahami mengapa seruan religius demi perdamaian atau pun demi kekerasan tidak pernah sesederhana [ungkapan] ‘agama saya penuh kedamaian’ atau ‘agama mereka penuh kekerasan’.

  1. 3 Agustus 2010 pukul 09:39

    Mari kita bahas argumen bapak:

    Bapak mengatakan bahwa hanya Muhammadlah yang melakukan 100% yg diperintahkan Alquran. Siapa bilang tidak pak? Tentu saja itu benar dan mereka yang anda bilang muslim yg tidak “islami” itu JUSTRU BERUSAHA begitu.Muhamad itu melakukan 100% yg diperintahkan Alquran, yaitu TERMASUK hal-hal MENGERIKAN seperti :

    1. Pembunuhan. Tercatat Muhamad memimpin belasan peperangan, pernah memerintahkan membunuh musuh-musuhnya, termasuk Yahudi2 yang menolak tunduk kepadanya,nabi-nabi saingan Muhammad, bahkan mereka yg tadinya pengikut dan kemudian membangkang dibunuhnya lewat sahabat. Tercatat dan diamini ahli sejarah Islam sendiri Muhamamd pernah memerintahkan penggalian tanah dan musuh2nya yang kalah perang dipenggal mulai dari pagi sampai sore.

    2. Pemerkosaan. Anda pasti tidak pernah sadar akan hal ini dan mengira saya sedang memfitnah. Pak Shodiq pasti pernah membaca sejarah bhw Muhamad membolehkan sahabat2nya mengawini istri2 dari lawan korban perang yang sudah tewas. Anda bayangkan istri anda dikawini orang yang membunuh anda. Apa istri anda rela? kalau tidak rela, apa itu bukan pemerkosaan namanya? mohon jujur dan berfikir jernih. Muhamad sendiri pernah mengawini istri-istri dari lawannya yang mati perang. Silahkan cek sejarah Islam.

    3. Perbudakan. Anda pasti menolak Muhamad dikatakan melakukan perbudakan. Tapi jujur saja, berapa orang budak yg dimiliki Muhamad dan berapa yang sudah dibebaskan? Apa dibebaskan budak itu karena balas budi karena istrinya boleh dikawini Muhamad atau murni dibebaskan tanpa syarat? Apa mereka menjadi budak karena ekonomi atau karena kalah perang dan menjadi tawanan?

    4. Perzinahan. Anda pasti sudah marah dan naik darah dikatakan hal ini. Muhamad pernah menggauli budak-budaknya tanpa nikah. Ini jelas tercatat Alquran. Anda akan menolaknya dgn berbagai argumen “bersudut pandang”. Tapi jelas sejarah Islam mencatat, Muhamad para sahabat pernah melakukan hal menjijikan ini.

    5. Perampokan. Tercatat dengan jelas Muhamad pernah merampok karavan pedagang untuk membiayai “perjuangan”nya. Bukankah hal yang aneh, Tuhan mengijinkan hal yang mengerikan ini untuk mendirikan agama yang paling sempurna Rahmatan Lil Al Amin?

    Masih banyak hal lain yang terungkap jika memang KEKONSITENAN yang bapak katakan itu, juga diterapkan diberbagai SUDUT PANDANG (bukan hanya sudut pandang anda saja) dengan jujur dan obyektif. Anda harus berani keluar dari zona aman, dari sekedar melihat yang bagus2nya dan melihat yang jelek2nya juga. Sekali lagi kejujuran diperlukan disini. Konsisten bersudut pandang, itu bukan berarti anda keukeuh dengan hanya sudut pandang anda sendiri, seperti yang anda katakan: “Ambillah hikmah dari sumber mana pun.“

    “mereka lebih cenderung menelan mentah-mentah Al-Qur’an dan Al-Hadits.”
    >> ini yang memulai anda berbelok dari kenyataan. Bahkan membuat Pak Shodiq “melupakan” ayat-ayat kekerasan dan penuh kebencian itu. Membuat anda tidak melakukan hal-hal tertentu yang diperintahkan Alquran.Dan hanya melihat ayat-ayat yang baik lalu melabeli yang lainnya sebagai “perlu sudut pandang”

    Anda tidak usah bingung akan keterbatasan manusia tidak mampu melakukan yg dimaksud Allah dlm Alquran. Anda sendiri mengatakan Muhamad telah melakukan 100% dan Muhamad juga manusia. Lihatlah panutan anda itu. Semua sudah tercatat dengan jelas dan ahli sejarah Islam sendiri membenarkannya.

    “Manakah hadits (atau bukti historis lain) yang membuktikan bahwa kedua hal itulah YANG MENYEBABKAN turunnya ayat-ayat Alquran yang toleran?”
    >> Anda tinggal lihat Alquran, lihat mana ayat2 yang mengajarkan pemenggalan kepala, memerintahkan pembunuhan, menghalalkan bunuh diri demi membela agama, poligami, kawin kontrak, bahkan sampai ayat2 yang mengiming-imingi surga beratmosfir seksual lengkap dengan bidadari aduhai yg siap melayani. Lihat hadits anda, dan SILAHKAN berkelit ada hadits palsu dan ada hadits benar, kalau anda mengatakan hadits tsb palsu, tinggal lihat Alquran Anda untuk memverifikasinya.

    “Tidak. Dengan menggunakan Filsafat Mawas, secara sadar aku membuka mata terhadap “ayat2 penuh kekerasan” dengan berbagai sudut pandang, bukan hanya sudut pandangku sendiri.”
    >> Jadi menurut anda “Filsafat Mawas” itu bukan salah satu sudut pandang? Bagaimana dengan sudut pandang yang melihat ada suruhan Alquran untuk membunuh musuh-musuh Islam? Apakah filsafat Mawas anda membuat anda sadar KEBERADAAN ayat itu atau membuat anda tidak melihat ada ayat itu?

    “Sejauh ini, aku yakin bahwa semua ayat Alquran bisa kugunakan lagi sesuai dengan konteksnya masing-masing…..ini merupakan perkara yang tidak sederhana…Dibutuhkan uraian yang panjang-lebar…dst ”
    >> ini salah satu varian jawaban yang sering saya terima. Pada intinya membuat ayat-ayat yang anda tolak itu tidak terpakai lagi. Salah satu teman diskusi saya memakai istilah “ayat-ayat ketinggalan jaman”. Betapa anehnya, kitab yang paling sempurna punya ayat2 kadaluarsa. Kalau anda jujur dan obyektif, ayat2 itu ada, pernah dilakukan skala penuh bahkan oleh Muhamad sendiri, dan anda sekarang menolaknya dengan alasan konteks.

    “Tidak ada satu pun orang religius yang bukan bagian dari suatu budaya, kelompok etnis, dan kelas sosial, dan yang tidak dipengaruhi oleh situasi politik masyarakatnya. Begitu kita akui kebenaran yang tak terbantah ini, kita bisa mulai memahami mengapa seruan religius demi perdamaian atau pun demi kekerasan tidak pernah sesederhana [ungkapan] ‘agama saya penuh kedamaian’ atau ‘agama mereka penuh kekerasan.“
    >> satu hal yang Jeff Wilson lupakan, ada perbedaan besar antara apa yang dilakukan pengikut/umat dgn apa yang dicontohkan nabi agama itu. Campur aduk antara sejarah SESUDAH kepemimpinan nabinya dengan APA YANG DICONTOHKAN pemimpinnya adalah tidak obyektif dan adil. Karena menyamaratakan apa yang menjadi panutan loeh orang pilihan Tuhannya dengan apa yang dilakukan manusia biasa.

    salam

    • 3 Agustus 2010 pukul 13:07

      @jephman
      Aku melihat bahwa perbedaan kita di sini:

      1) Yang Anda anggap fakta/bukti merupakan hipotesis bagi saya. Contoh: Anda mengajukan “bukti” (atau hipotesis) bahwa Nabi Muhammad melakukan perampokan. Kalau Anda ingin saya mempercayai “hipotesis” Anda, tunjukkanlah bukti yang saya harapkan di bawah ini.

      2) Aku mengharap penjelasan obyektif mengenai konteks setiap kejadian yang Anda katakan itu. (Mengenai pentingnya konteks, silakan simak kembali artikel “Manakah agama damai & agama kekerasan?“) Konteks-konteks itulah yang berpeluang untuk menunjukkan bukti. Contoh, untuk kasus “perampokan”, konteks yang bisa dipertimbangkan, diantaranya: [1] Apakah sebelumnya pihak yang “dirampok” pernah mengancam dan sudah berusaha membunuh pihak yang “merampok”? [2] Kalau iya, apakah pihak yang mengancam itu sudah membatalkan ancamannya (melalui perjanjian perdamaian)? [3] Mana buktinya? [4] Kalau tidak, bukankah untuk konteks sosial-politik Arabia pada abad ke-7M, “perampokan” tersebut lebih menyerupai peperangan (untuk menangkal ancaman yang sudah ada)? [5] Kalau tergolong peperangan, apakah “perampokan” tersebut tergolong keji untuk ukuran Arabia pada waktu itu? [6] dst….

      3) Aku tidak tahu pemahaman Anda tentang filsafat mawas, tetapi dalam pemahamanku, salah satu makna utama filsafat mawas adalah mengajukan berbagai pertanyaan mendalam dengan sudut pandang yang sebanyak-banyaknya, dengan pertanyaan inti yang menggunakan kata tanya “mengapa”. Dalam kasus “perampokan” di atas, aku sudah mulai menggunakan pendekatan filsafat mawas, tetapi sudut pandang konteks-konteksnya masih kurang mendalam dan belum sampai pada pertanyaan inti. Sungguhpun demikian, kurasa Anda sudah bisa mengerti bukti apa yang sebenarnya saya harapkan.

      4) Apabila aku selaku umat Muhammad mendapati jawaban-jawaban mengenai konteks kejadian peristiwa beliau (atau pun konteks perintah ayat), maka untuk meniru teladan nabi (atau mengikuti perintah ayat), maka aku perlu melihat konteks diri kita sendiri. Contohnya, bila sudah kita ketahui bahwa konteks peristiwa itu adalah peperangan, maka aku lihat apakah aku berada dalam konteks peperangan pula. Kalau sekarang konteksku bukan peperangan untuk menangkal ancaman yang sudah ada, maka aku tidak berhak meniru (atau mematuhi perintah ayat) “perampokan” tersebut. Namun, ini bukan berarti bahwa teladan nabi atau ayat tersebut sudah tak dapat kugunakan lagi. Sebab, kelak seandainya konteks yang kualami ternyata serupa dengan konteks pada zaman nabi itu, maka berlakulah ayat atau teladan nabi tersebut.

      Memperhitungkan konteks-konteks itu sendiri mengikuti perintah Alquran dan Alhadits sebagaimana telah dirumuskan oleh para pakar ilmu ushul fiqih dan pada prinsipnya dipatuhi oleh sebagian besar umat Islam (sehingga kebanyakan muslim menjadi “moderat”, bukan teroris). Jadi, itu bukan dalih yang saya buat-buat untuk “menghindari perintah tertentu”.

      6) Memperhatikan konteks-konteks seperti itu jugalah yang telah dilakukan oleh Jeff Wilson, sehingga Anda berpandangan bahwa dia melupakan adanya “perbedaan besar antara apa yang dilakukan pengikut/umat dgn apa yang dicontohkan nabi agama itu”. Padahal, menurut dia, perbedaan besar tersebut muncul lantaran besarnya perbedaan konteks.

      7) Supaya upaya Anda dalam meyakinkan saya akan “kesesatan Islam” lebih efektif, aku usulkan Anda memeriksa benar-sesatnya kaidah-kaidah dari ilmu ushul fiqih yang disepakati oleh semua atau hampir semua pakar ushul fiqih itu. (Salah satu diantaranya, lihat “Fiqh Prioritas“.) Sebab, dengan menyadari keterbatasan saya dalam memahami ajaran islam “yang sebenarnya”, kaidah-kaidah itulah alat utama saya dalam memahami Alquran dan Alhadits saat ini.

  2. 3 Agustus 2010 pukul 16:35

    Pak Shodiq, apa yang menjadi hipotesis bagi anda itu sudah tertulis dengan jelas di Alquran. Apa menurut anda Alquran sebuah Hipotesis? Apa ada penjelasan yang lebih obyektif selain dari KITAB SUCI yang anda percayai ditambah bukti CATATAN SEJARAH yang ditulis ahli sejarah islam?

    Saya tidak mengerti mengapa perampokan, pembunuhan, perzinahan dll menjjadi hipotesis. Bukankah nilai-nilai Kebaikan dan Kebenaran adalah nilai mutlak? Bagaimana mungkin sebuah FILSAFAT menghipotesiskan perbuatan jahat? Apakah jika perampokan itu dilakukan di jaman ketika semua orang merampok maka perampokan dibenarkan Tuhan karena konteksnya sudah umum? Betapa konyolnya. Bagaimana Tuhan berubah-ubah nilainya berpedoman pada konteks manusia.

    Tepat seperti telah saya katakan, Anda akan lari dari kenyataan kepada berbagai SUDUT PANDANG dan hanya berani berputar-putar pada sudut pandang anda sendiri.

    Ini yang membuat anda, jelas sekali terlihat, berjalan ditempat sambil terus menerus memagari pemandangan anda.

    Salam.

    • 3 Agustus 2010 pukul 17:43

      @jephman
      Saya merasa Anda belum memahami sudut pandang saya. Saya tidak mengerti Anda menggunakan pola pikir atau aliran pemikiran filosofis yang mana hingga sampai pada kesimpulan-kesimpulan seperti itu. Tanggapan Anda ini menunjukkan bahwa Anda tidak mengakui penggunaan (atau bahkan keberadaan) filsafat mawas. Padahal, filsafat warisan Immanuel Kant inilah yang diterima paling luas penggunaannya dalam pembahasan keagamaan di dunia akademis modern. Kalau begitu, daripada mengarah pada debat kusir, lebih baik kita sudahi saja diskusi kita. Terima kasih atas waktu, tenaga, dan pikiran yang telah anda curahkan untuk berkomentar di blog ini.

  3. Tyegah
    3 Agustus 2010 pukul 20:33

    Jujur, saya bukan orang Islam yang sangat2 taat beribadah dsb, tapi pendapat org2 lain yang “mengecam” islam sangatlah lucu. Daripada mencari2 kelemahan, keburukan dsb dari suatu agama, tanpa memiliki bukti2 yang konkrit pula, lebih baik anda urusi saja agama anda sendiri. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.

    Cari kelemahan, dan kejelekan pada agama atau apapun yang anda percaya, sendiri. Cari tau mengapa demikian.

    Saya selalu mendambakan negara Indonesia yang damai. tapi orang2 seperti anda (i.e. jephman) itulah yang sebenarnya awal dari perpecahan atau peperangan antar umat beragama. Orang2 yang dipenuhi oleh kebencian.

    • ego
      23 Januari 2012 pukul 22:12

      bagaimana bisa damai kalau agama mewajibkan memerangi kafir????????????

  4. 123
    3 Agustus 2010 pukul 21:29

    @tyegah: menurut saya jephman tidak mencari kejelekan agama islam. tetapi bertanya ttg agama islam.

  5. 3 Agustus 2010 pukul 22:16

    hanya ada dua tipe manusia didunia: yang berbuat baik dan yang berbuat jahat…
    silakan lanjutkan pemikiran anda.

  6. Wahjuadhi Sulistyarso
    3 Agustus 2010 pukul 22:19

    Kasihan Jephman…….. selalu mengaku dari Al Qur’an..tanpa mengutip 1 ayatpun dari Al Qur’an……: mending tunggu saja pengadilan akhirat…..

  7. hamba allah
    3 Agustus 2010 pukul 22:24

    fitnah dan cobaan terus di ciptakan syetan untuk meruntuhkan ajaran nabi muhammad dan menggugurkan iman umatnya,.,.tapi saya yakin itu semua adalah cobaan dari ALLAH SWT Untuk umat islam,,.karena tidak ada satupun kekejian yg di ajarkan oleh al-quran untuk islam.,,. BERPERANG ,.,.SESUNGGUHNYA berperang itu adalah cara untuk islam agar suatu ketika di serang musuh islam mampu mempertahankan kedaulatannya.,,.bukan menyerang lebih dahulu,.,

    Sebenarnya bnyk hal2 kecil yg diungkit bisa jdi kesalahan besar bagi islam,.,tapi itu lebih baik, ketimbang sejarah yg terukir bersih namun adalah hasil rekayasa,.,.seperti kisah yesus kristus

    mungkin dunia mau kiamat nanti baru banyak orang sadar bahwa kisah yesus kristus itu adalah sebagian dari rekayasa umatnya dan campur tangan yahudi di masa Nabi ISA dahulu.,,.saya yakin yesus tidak pernah mengangaggap dirinya tuhan ataupun anak tuhan,melainkan ia hanyalah seorang nabi utusan Allah.,,.TUHAN Itu maha sempurna klo dibandingkan mana ganteng YESUS dengan DAVID BECKHAM atau pasha ungu SAYA LEBIH milih beckham dan pasha ungu.,,.mana yg lebih kekar ARNOLD SCWARZENEGER dengan yesus,.,.tentu saya lebih memilih ARNOLD,,HAHAHAHHA,,,,,,,,, itu hanya fakta kecil dan iseng2 belum lagi ribuan fakta lainnya yg klo dijelaskan, saya yakin dapat membuat banyak org memeluk islam kecuALI org yg telah bersekutu abadi jiwa dan pikirannya dengan syetan.

    ALLAH itu Maha adil, jadi klo yesus itu anak tuhan,jadi kita ini hanya manusia biasa, tentu ini bukanlah keadilan,,.,. ALLAH itu maha kaya,,,anak tetangga saya saja 8 orang 5 perempuan dan 3 lelaki,,koq anak allah cuma 1,,itupun lelaki semata wayang,, TUhan itu maha BESAR .,,.bintang2 yg bertebaran di langit sana itu memang terlihat seperti titik,.,.namun kita semua tahu bintang itu bahkan besarnya ada yg sepuluh kali besar dari matahari.,,.subhanallah,.,.allahuakbar,.,.itu semua tidak bisa dikerjakan oleh seorang yesus yg bertangan dua gan,.,.beliau hanyalah manusia biasa utusan ALLAH,jadi salah klo anda menaggapnya tuhan ataupun anak tuhan,,

    itulah makanya nabi muhammad itu tidak pernah kita lihat wajahnya,.,.agar kita umat penerusnya ini tidak memberhalakannya,.,.
    yg kita butuh sekarang bukan wujudnya,,tapi ajaran yg ditinggalkannya,,ajaran yg selalu menyuruh kita untuk menghadap tuhan setidaknya 5 waktu sehari,.,bukanlah ajaran yg menyuruh umatnya untuk menyembah tuhannya hanya di hari libur saja..

    SEKALI LAGI SAYA INGIN SAMPAIKAN JANGAN PANDANG ISLAM DARI MANUSIANYA,.,.KARENA TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA,,SELALU ADA SAJA KESALAHAN,,TAPI PANDANGLAH ISLAM DARI TUHAN DAN AJARANNYA, TAPI BUKAN AJARAN YG SESAT SEPERTI TERORISME DAN SEJENISNYA,,AL QURAN TIDAK ADA MENGAJARKAN KEKEJIAN JIKALAU ADA YG BERPENDAPAT SEPERTI ITU,, HANYALAH FITNAH DAN KESALAH FAHAMAN BELAKA,,
    saya yakin pendapat saya ini masih bisa anda bantah,,karena syetan disamping anda terus berusaha mencarikan alasannya,, SAMPAI KIAMAT SYETAN AKAN TERUS MENERUS MENCARI PENGIKUT UNTUK MENYESATKAN UMAT MANUSIA,,SEDIKIT SULIT BAGI ISLAM UNTUK MEMBAWA KEBENARAN,,
    NAMUN saya yakin ITU SEMUA ADALAH KEHENDAK DARI ALLAH SWT jua.

    • ego
      23 Januari 2012 pukul 22:26

      kalau kamu menjadi jesus pasti kamu tidak mampu hidup menderita. tapi kalau jd muhamad semua orang pasti mau. apa lg di jaman sekarang ini. jd berfikirlah coy

      • 17 Agustus 2012 pukul 00:00

        celakalah orang-orang yang menulis dan merubah al_kitab (injil) itu dengan tangan mereka sendiri,,,,
        saya minta sedikit penjelasan dari pak ego dan pak jephman yaitu tentang “””Kapan pertama kali yesus menjadi Tuhan””” mana dalil-dalil yg menjelaskan bahwa yesus itu tuhan dalil (landassan teori ) yang saya mau yaitu dalil yg terdapat daialam kitab suci anda,,,,saya juga minta asal usul diadakannya natal,,,saya juga minta asal-usul diadakannya ibadah umat kristiani pada hari minggu,,,mana landasan teori dari hal_hal diatas ????
        *hari ibadah umat kristiani itu adalah hari sabad (sabtu) kenapa diganti hari minggu (Sunday),,,bukankah beribdah hari minggu itu adalh hari ibadah bagi penyembah dewa matahari pada zaman mesir dan romawi kuno (Sun = matahari,,,,day = hari),,,

        *natal adalah memperingati hari lahirnya yesus kristus bagi umat kristiani ,,,,yang jadi pertanyaannya sekarang apakah yesus pernah melaksanakan dan menganjurkan untuk merayakan natal ????????? jawabannya tentu tidak pernah yesus melaksanakan natal apalagi menganjurkannya,,,akan tetatpi natal adalah acara yang diperingati oleh penyembah dewa matahari pada zaman romawi kuno sebagai ucapan terima kasih sesusai panen raya !!!

        * yesus bukanlah tuhan tetapi yesus adalah utusan tuhan,,,,injil sendiri mengakui hal ini,,,tetapi mengapa yesus dijadikan tuhan oleh umat kristiani ???? apa alasaannya dan mana dalillnya ?????
        mengapa panggilan tuhan itu yesus padahal tuhan bagi kristiani itu adalah Allah,,,sejak kapan perubahan ini,,,bukankah juru selamat dalam bahasa ibrani itu adalah Mesias,,,kenapa diganti yesus ????? apa alasaannya,,,,

        thanks moga kalian insyaf wahai kaum kafir !!!!!!!!!

    • hen
      17 Agustus 2013 pukul 09:25

      Kalau aku,,yang aku rasakan skarang aku hidup karena kasih karunia Tuhan , Yesus yang aku imani skarang adalah Tuhan yang hidup ,, kalau aku tidak mau berdebat karena tidak mungkin kita mau ambil ukuran manusia dengan Tuhan … siapakah kita ini! sebagai manusia yang berdosa . yang terbaik adalah untuk Tuhan.pertanyaan saya? apakah Yesus atau ISA AS dalam sejarah Alkitab dan ALquran mencatat kesalahan Beliau. siapakah yang layak di juluki orang suci (kudus ) kalau bukan Tuhan itu sendiri?

  8. Gu Agung
    3 Agustus 2010 pukul 22:25

    yang bikin buku ato artikel macam begini keliatan capek orangnya, sama seperti george bush bikin byk orang capek😀

    • 4 Agustus 2010 pukul 03:15

      @ Gu Agung
      Tujuan utama blog ini (lihat halaman About) adalah mempertanyakan, bukan menyampaikan jawaban. Sedangkan kata-kata George Bush dan politisi pada umumnya adalah diplomasi, yang kadang-kadang mempertanyakan, dan kadang-kadang menyampaikan jawaban.
      Pertanyaan-pertanyaan memang cenderung membuat orang capek. Kalau memang capek, istirahat dulu saja, ya!

  9. Iduy Sakiduy
    3 Agustus 2010 pukul 22:42

    ya…….. biar pengadilan Allah yang menentukan…… mo bener-mo salah ……. Dia yang berwenang……., kalo nggak salah dalam Al Qur’an dituliskan….. Allah akan memisahkan Umat di depan Imam masing-masing… Kristen dengan Isa/Yesus …… Islam dengan Muhammad sebagai Imamnya…….. jadi jelas Tho…….?, gitcu kata Al Qur’an

  10. Gu Agung
    3 Agustus 2010 pukul 22:42

    yang koment kaya jephman jg asal bunyi tuh kaya orang alergi banget ma islam

  11. aris
    3 Agustus 2010 pukul 23:14

    Saya Islam..tp saya pernah tinggal di rmh keluarga Katolik..selama disana mereka tidak pernah memaksakan ataupun meracuni pikiran saya ttg agama mereka, dan mereka jg sgt toleran dgn agama yg saya anut..
    Saya sempat berfikir mengapa Allah menurunkan 3 agama nya ke dunia ini, Bukankah Allah maha sempurna, Allah maha perencana, sutradara di dunia ini, Allah pemilik masa lalu dan masa depan, knp gak di turunkan saja satu agama dr zaman nabi Adam sampai kiamat nanti?? Sehingga tidak ada kejadian saling mencela agama..Allah gak mgkn melakukan kesalahan hingga menurunkan beberapa agama ke bumi..ini semua sudah jadi bagian dr rencanaNya, takdir apapun yg kita terima hanya ada satu inti perintah dariNya, kita disuruh berlomba2 untuk menyembahNya dan mendapatkan pahalaNya..apa jadinya jika hanya ada 1 agama didunia ini, apakah kita akan bersungguh2 menjalanin ajaran agama tersebut tetapi dilain sisi sudah ada jaminan buat umat agama tersebut mendapatkan surga kelak..karna itulah kita diciptakan berbeda2, dan menyerahkan penilaian akhir oleh Allah SWT, daripada mejelek2an agama lain, mending kita mendalami lg agama kita sendiri, melakukan yg terbaik sesuai perintahNya,dan menjaga nama baik agama sendiri..Semoga Allah memberikan jalan yg terbaik untuk kita semua..amieen..

    • 4 Agustus 2010 pukul 03:20

      “… Untuk kamu masing-masing Kami tentukan suatu aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, nisaya Ia menjadikan kalian satu umat, tetapi Ia hendak menguji kamu atas pemberian-Nya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Kepada Allah, kamu [kelak] kembali; lalu ditunjukkan kepadamu apa yang kamu perselisihkan.” (QS al-Baqarah [2]: 62)

  12. nara_zzi
    3 Agustus 2010 pukul 23:38

    ini diskusi dengan rujukan yang kurang lengkap, kaya ngak ada kepalanya dan kakinya jadi pada bingung tuh semua…hehehe..BUTA DAN GA BISA JALAN KE MANA-MANA.

    • 4 Agustus 2010 pukul 02:55

      @ nara_zzi
      Tidak seperti blog-blog lain pada umumnya, tujuan utama blog ini (lihat halaman About) adalah mempertanyakan, bukan menyampaikan jawaban. Karena itu, rujukan tidak diutamakan.

  13. Mu_mun
    4 Agustus 2010 pukul 00:37

    masih ingat keppler ma galileo yang di hukum mati karena menentang dogma gereja.., dogma gereja yang berpendapat bahwa pusat dari alam semesta adalah bumi…, tetapi setelah di teliti keppler dengan perhitungan matematisnya dan galileo dengan teleskop ciptaannya.., bahwa pusat tata surya ini adalah Matahari.., padahal dy berdua merupakan penganut nasrani.., jadi jelaslah injil yang menjadi pegangan kaum gereja di eropa masa itu adalah palsu..,

  14. Mu_mun
    4 Agustus 2010 pukul 00:39

    Hingga sekarang injil yang menjadi pegangan umat nasrani, tanpa ragu2 adalah palsu..,

    • 4 Agustus 2010 pukul 03:26

      Kata orang-orang kristiani, injil mereka asli, alquranlah yang palsu.
      Aku tak tahu mana yang asli dan mana yang palsu, tapi yang lebih penting bagiku adalah bertanya: Kitab manakah yang paling “mampu membawaku” ke arah kebaikan?

  15. 4 Agustus 2010 pukul 08:25

    @ Pak Shodiq
    masih belum mengerti juga ya pak? Dari awal sudah saya katakan Anda akan memakai berbagai sudut pandang yg membuat anda melihat muslim2 lain sbg tidak islami (menurut anda). Padahal menurut saya mereka justru sedang berusaha menjadi muslim yg 100% melakukan yg Alquran suruh. Filsafat mawas adalah salah satu sudut pandang yang membuat anda melihat muslim lain sebagai tidak Islami. Saya justru mengajak anda mengambil langkah agak kebelakang supaya melihat keadaan anda berdiri sekarang, keluar dari semua SUDUT PANDANG (termasuk filasat MAwas itu) dan melihat bahwa muslim yg anda katakan tidak Islami itu, JUSTRU sedang berusaha melakukan perintah AlQuran 100% MURNI tanpa ada campur aduk isme-isme/sudut pandang. Masih belum mengerti ya pak? Okelah kalau anda hendak menyudahi. Gak apa-apa kok.

    @ Tyegah
    Semua tuduhan itu saya terima. Soal mencari2 kelemahan, banyak muslim yg begitu giat mencari-cari kelemahan Kekristenan karena Alquran banyak mempertanyakan Kekristenan. Anda tinggal mengunjungi slah satu blog Islam, dpt dipastikan ada tulisan yang menyerang Trinitas, Krsitologi, dll. Alquran sendiri menuduh Alkitab kami sudah dipalsukan. Bagaimana mungkin anda berpedoman “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” Sedangkan Tuhan Anda sendiri mempertanyakan kredibilitas kitab yang diturunkan sebelumnya dan anda menyuruh saya mengurusi agama saya? Apa gak kebalik ya?

    @ Wahjuadhi
    Tinggal ke Google aja kok pak. Ini salah satunya :trulyislam.blogspot.com

    @ Mumun
    Kebetulan saya pernah menulis ttg itu bu : http://jephman.wordpress.com/2010/07/20/yuhuu-alkitab-saya-jadi-bahasa-batak-lho/

    • 4 Agustus 2010 pukul 09:48

      @ Jephman
      Suatu hari, si fulan melihat idolanya mengejar seorang perempuan.
      Sesaat kemudian, si fulan melihat seorang perempuan. Lalu ia pun mengejar si perempuan.

      Kemudian seorang pengamat bertemu dia dan bertanya: “Mengapa kau mengejar perempuan itu?”
      Si Fulan: “Karena saya meniru idola saya. Saya telah melihat dia mengejar seorang perempuan.”

      Sesaat kemudian, sang pengamat bertemu dengan sang idola seraya berkata, “Si Fulan telah meniru perilaku Anda. Dia telah mengejar seorang perempuan.”
      Sang idola bertanya, “Mengapa dia mengejar perempuan itu?”
      Sang pengamat menjawab, “Karena dia mengikuti Anda 100% murni tanpa dicampuri dengan pandangan-pandangan lain.”

      Sang idola menukas, “Tadi saya mengejar seorang perempuan karena dia mencopet dompet saya. Kebetulan saja dia seorang perempuan.”
      Sang pengamat bertanya, “Tapi si Fulan meniru perilaku Anda, ‘kan?”
      “Tidak,” jawab sang idola. “Perilaku saya tadi adalah mengejar seorang pencopet. Si Fulan tidak mengejar pencopet. Jadi, dia tidak meniru perilaku saya. Dia hanya meniru sesuatu yang dia sangka perilaku saya. Ini gara-gara dia menelan mentah-mentah peristiwa yang dia lihat itu tanpa memperhitungkan konteks mengapa saya mengejar seorang perempuan.”

      =========

      Demikianlah. Semoga dengan ilustrasi kisah tersebut, Tuhan dapat memberi Anda petunjuk mengenai perlunya memperhitungkan konteks dan sudut pandang dalam melihat peristiwa.

  16. 4 Agustus 2010 pukul 10:15

    jadi menuru akshodiq Al Quran ini asli atau palsu?

    salam kenal

    • 4 Agustus 2010 pukul 11:35

      @ busana muslim
      Aku tidak tahu keaslian atau pun kepalsuannya. Aku pun tidak tahu apakah mempertanyakan keasliannya itu penting ataukah tidak. Namun yang lebih penting menurutku adalah bagaimana caranya supaya kita lebih bisa memahami Al-Qur’an dan kitab/buku lainnya.

      salam kenal kembali

      • 31 Agustus 2010 pukul 14:36

        haaa, pak shodik tidak tau Al Qur’an asli apa palsu??kayaknya pak shodik mw bikin Islam baru dech diliat dari artikel-artikelnya dari murtad, penamaan SWT, SAW kagak ada,,,kayaknya perlu hati-hati nich…

  17. 4 Agustus 2010 pukul 14:40

    Sebenarnya aku juga mau menyudahi debat nggak nyambung ini, tapi selalu begini menghadapi muslim. Selalu diakhiri kata-kata dan ilustrasi yang KESANnya bermakna dalam tapi sebenarnya gak nyambung. Jadi jari2ku gatal untuk sekedar memberitahu.

    Muhamad bukanlah pada level yang sama dgn “Sang Idola” diatas dan kasusnya bukan kejar-mengejar dan copet-mencopet.

    Muhamad mengklaim dirinya ditunjuk oleh YANG MAHA TAHU untuk memberitahukan FirmanNya. Dalam perjalanannya, Muhamad melakukan TIDAK HANYA perbuatan baik, TETAPI JUGA perbuatan mengerikan.

    Tidak akan ada masalah jika Muhamad tidak pernah melakukan hal mengerikan, seperti halnya Yesus. Disitu baru berlaku cerita kejar-mengejar diatas.

    Masalahnya kalau Sang Idola mencopet, lantas si Fulan meniru mencopet, itu baru berkenaan sejajar dengan cerita diatas.

    Demikian, semoga penjelasan itu menerangi kisah diatas, Tuhan memang bisa memberi petunjuk mengenai perlunya memperhitungkan konteks dna sudut pandang, masalahnya KEJUJURAN dan OBYEKTIVITAS juga diperlukan.

    Salam

    • 4 Agustus 2010 pukul 14:57

      Sayang sekali Anda belum melihat kesejajarannya, sehingga mengira kata-kata saya nggak nyambung.
      Letak kesejajarannya: terjadi KESALAHPAHAMAN (pada diri si fulan dan muslim yang tidak islami) karena tidak mau menggunakan sudut pandang.

      Bicara tentang kejujuran, tidak pernahkah anda salah paham mengenai suatu peristiwa? Mengapa Anda tidak mau menerima kemungkinan bahwa bisa saja Anda salah paham mengenai peristiwa pada diri Nabi Muhammad pada berabad-abad yang lalu yang terjadi nun jauh di sana?

  18. 4 Agustus 2010 pukul 15:12

    Awas Komen anda harus lulus SENSOR di blog ini🙂

  19. 4 Agustus 2010 pukul 15:32

    Saya pikir sangatlah tidak mungkin Sang Maha Tahu jadi tidak tahu kalau ajakannya “mencopet” akan menimbulkan salah paham. Tapi terima kasih atas jawaban ini karena sebenarnya sudah membuktikan adanya DUALISME yang saya maksud.

    Kalau hanya ada satu ajakan “Copetlah kafir dan penggalah ujung-ujung dompet mereka” ditambah keterangan konteks, sudut pandang dan segal tetek bengek yang menjelaskan hal ini HANYA TERJADI DIKASUS INI, itu baru sah.

    Ini masalahnya ajakan mengerikan itu ada belasan dan TIDAK ADA LARANGAN WAKTU SAMPAI KAPAN. Dan lucunya perlu berbagai konteks, sudut pandang, filsafat dan berjubel ilmu-ilmu untuk menutupi ayat2 yang sudah jelas kengeriannya. Konyolnya lagi semua tetek bengek konteks, sudut pandang, filsafat dlsb, dll, dlsb itu buyar byar ketika keadaan yang sama menimpa.

    Berbeda jelas dengan kami yang jelas memiliki batasan mutlak:

    (38) Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.(39) Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

    (43) Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.(44) Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

    salam

    • 4 Agustus 2010 pukul 15:55

      Benarkah bahwa agama Anda punya “kemutlakan” (tekstualitas) yang anda maksudkan itu? Mana buktinya? Lebih baik Anda membicarakan hal ini dengan orang-orang Kristen yang seagama dengan Anda. Saya menyarankan ini karena filsafat mawas itu sendiri justru lahir dan berkembang di perguruan-perguruan tinggi agama Kristen.

      Sekarang jelas bahwa akar perbedaan kita adalah pada bagaimana memahami teks kitab suci. Anda memahami secara tekstual, saya memahami secara kontekstual. Dengan demikian, supaya usaha Anda efektif untuk memurtadkan saya, anda perlu meyakinkan saya bahwa filsafat mawas (kontekstual) itu keliru dan tak bisa dipakai untuk memahami kitab suci. Untuk itu, silakan mengkritik filsafat mawas (perspectival philosophy) langsung ke ahlinya, yaitu Dr. Stephen Palmquist, Department of Religion and Philosophy, Hong Kong Baptist University, Kowloon, HONG KONG. Beliau bisa dihubungi melalui http://www.hkbu.edu.hk/~ppp/

  20. tomo
    4 Agustus 2010 pukul 18:43

    Wallahualam bi shawab

  21. 5 Agustus 2010 pukul 08:09

    Mabuk miras bisa berakibat membawa keributan yang mengganggu serta merugikan pihak lain.

    Mabuk agama… Sama saja. Bahkan lebih berbahaya.

    Hitung saja berapa orang mati karena mabuk miras? Dan hitung juga berapa banyak manusia mampus karena mabuk agama?

    Jangan minum miras!
    Jangan percaya pada agama, ntar nuranimu tersesat.

    Itu aja, kok repot!

    • 6 Agustus 2010 pukul 23:08

      Mengapa yang dihitung hanya yang mabuk miras & mabuk agama?
      Yang sengsara karena mabuk obat (narkoba), mabuk cinta, mabuk harta, mabuk kekuasaan, dll lebih banyak lagi. Lantas, apakah obat, cinta, harta, dan kekuasaan tidak diperlukan lagi?

  22. 5 Agustus 2010 pukul 08:28

    “Benarkah bahwa agama Anda punya “kemutlakan” (tekstualitas) yang anda maksudkan itu? Mana buktinya? Lebih baik Anda membicarakan hal ini dengan orang-orang Kristen yang seagama dengan Anda.”

    untuk ajaran KASIH, ya itu benar. Anda akan mudah mereferensikan pasifisme ke Injil,tanpa perlu sudutpandang, konteks, tafsiran, filsafat, dll untuk memahaminya.

    Berbeda dgn Islam yang perlu segala tetek bengek itu untuk membuat ayat2 kekerasan dan kebencian menjadi tidak berlaku lagi.

    Salam.

    • 6 Agustus 2010 pukul 22:55

      @ jephman
      1) Perlunya filsafat mawas untuk memahami ajaran Kasih dapat Anda jumpai dalam buku Dr. Stephen Palmquist, The Waters of Love. Menurut Dr. Palmquist, Kristenlah agama yang paling membutuhkan filsafat mawas.

      2) Hipotesis Anda bahwa Islam “perlu segala tetek bengek itu untuk membuat ayat2 kekerasan dan kebencian menjadi tidak berlaku lagi” sudah terjawab dalam artikel di atas. Silakan baca kembali dengan lebih cermat.

      • bajenet bin bajigur
        2 Januari 2014 pukul 15:26

        HAI..KAU KAFIRUN KRISTEN ..!! NGOBRAL SANA-SINI GAK ADA ARTINYE..SEKALI KAFIR TETEP KAFIR..TERSERAH MO PAKE ARGUMEN ATO SAIN,,TETEK BENGEK TETEP KAFIR YA KAFIR TITIK..GAK ADA DIDUNIA INI YG BISA NGALAHKAN KE ILMIAHAN ALQURAN,,KLO KRISTEN MAH GOBLOK..!! MANA ADA 3=1 EH MALAH DIPERTAHANKAN DNG ARGUMENT NGAWUURRRR..???!!!!!

  23. 6 Agustus 2010 pukul 14:27

    Asyik…..!!! koment2 ini membuka khasanah baru dalam beragama sekaligus untuk mendalami… pinter dan cerdas juga Sam Shodiq ini memancing emosi orang2 untuk belajar beragama… Ok… lanjutkan…

  24. dimas kelly
    24 Agustus 2010 pukul 14:05

    bagiku ajaran MUSA (taurat) yang datang dari Allah adalah 10 perintah Allah, dan bagi Kristen pengikut Kristus ajaran yang benar ada di dalam YESUS, ajaraNYA, sikapNYA, teladanNYA, karena dalam jiwa manusia YESUS bersemayam ROH KUDUS ALLAH, sedang ayat2 lannya adalah tambah sebagai kesaksian. Roh Kudus, Alah (Bapa) yang bersemayam dalam tubuh Yesus Kristus tidak membuat agama, tapi memberikan ajaran, manusialah yang menyatukan ajaran2 sehingga disebut agama, dalam diri manusia sudah dilengkapi oleh Allah dengan hati yang dapat merasakan terhadap semua ajaran2 yang tercipta di muka bumi ini, dan Allah karena cintanya terhadap manusia memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilihnya, maka gunakanlah hati, dan segenap pikiranmu untuk membalas kasiNYA pada kita manusia.

  25. mohamad angga refani
    27 Agustus 2010 pukul 23:01

    bahwa Al-Qur’an itu tidak ada keraguan di dalamnya..

  26. gagahberani
    30 Agustus 2010 pukul 12:44

    Bang jephman dengan lantang “menelanjangi” kelemahan yang paling mendasar dari Al-Quran: adanya ayat2 kekerasan yang hingga detik ini masih mengilhami ribuan teroris muslim dan fundamentalis agama Islam. Sesungguhnya demikian nyatanya ayat2 yang penuh kebencian dan kekerasan itu hingga banyak muslim “moderat” yang memilih untuk menutup mata dan mengabaikannya…tetapi kemunculan Wahabi yang secara literal, tanpa konteks, ingin mengaplikasikan Islam “kaffah” telah menghidupkan kembali ke dalam kenyataan ayat2 kekerasan itu. Mereka secara konsisten berpegang pada Al Quran sehingga kekerasan itupun sesungguhnya konsisten dengan apa yg tertulis di dalamnya….pilihan ada di tangan saudara2 muslim, apakah ingin konsisten dengan apapun yg tertulis dalam Al Quran (ujungnya2 menjadi semacam Taliban, Al Qaeda) atau menjadi Islam “tanggung” yang mengambil ayat2 yg baik saja dan mengabaikan ayat2 kekerasan (yg sesungguhnya tidak meneladani 100% nabi)….atau pilihan terakhir, meninggalkan Islam dengan segala akibatnya….

  27. 2 September 2010 pukul 17:43

    Pak Shodiq ini kayaknya pengagum berat dengan Syekh Yusuf Al-Qardhawi??apa benar??
    kalo benar,,perlu diragukan ke ISLAM an pak shodiq???

  28. man manal
    8 September 2010 pukul 00:28

    Muslim yang baik adalah yang mengikuti Alquran dan Hadis. Karena ayat-ayat Alquran dan hadis itu adalah berisi kebenaran mutlah yang harus dipatuhi.
    Sebagai islam sejati marilah hayati dan laksanakan ayat-ayat berikut :
    1. QS An-Nissa 4:171 = Sesungguhnya Al-Masih Isa putera Maryam itu adalah utusan Allah. Diciptakan dengan kalimatNya yang disampaikan kepada Maryam dan dengan tiupan Roh darNya.
    2. Hadis Anas bin Malik hal. 72 = Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman Allah.
    3. Hadis Shahih Muslim 127 = Demi Allah yang jiwaku di tanganNYA sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah kamu. Dia akan menjadi Hakim yang Adil.
    4. QS At-Tin 95:8 = Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya.
    5. Hadis Ibnu Majah = Tiada Imam Mahdi selain Isa putera Maryam
    6. QS Az-Zukhrul 43:61b = Ikutlah Aku (Isa), inilah jalan yang lurus.
    7. QS An-Nissa 4 : 156 = Dan karena kekafiran mereka terhadap Isa.
    8, QS Al-Imran 3 : 45 = Al-Masih putera Maryam seorang terkemuka didunia dan diakhirat,
    9. HSB 1501 = Wahai Tuhan! Ampunilah saya, kasihanilah saya dan hubungkan dengan Teman yang Maha Tinggi (Isa)
    10. QS Maryam 19 : 17 = lalu kami mengutus roh kami kepadanya, maka ia menjelma dihadapannya dalam bentuk manusia yang semnpurna.
    11`. Hadis bin Malik = Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman Allah

  29. amos
    18 September 2010 pukul 20:30

    dear saudara saudara yang terkasih,
    saya amos bin sulaiman ingin menjelaskan mengenai iman kristen mengenai tritunggal :
    Allah yang dianut oleh umat kristen bukan 3 , jangan salah paham. Saya akan menjelaskan seperti yang di akui oleh pengikut pengikut ISA pada saat itu :
    * Allah itu disebut sebagai BAPA , BAPA itu mempunyai kehendak untuk menciptakan dan lain lain.
    * Kehendak untuk menciptakan itu diwujudkan dengan firmanNya, kemudian
    * kemudian Bapa melalui RohNya(ROH KUDUS) memberi kehidupan pada yang diciptaNya itu.(Roh ALLAH disebut oleh orang kristen ROH KUDUS karena menurut pengertian orang kristen roh yang kudus adalah RohNya Allah , sedangkan roh roh yang lain tidak boleh disebut kudus, kudus hanya untuk Allah saja yang lain adalah kudis)

    inilah yang disebut sebagai tritunggal (tiga yang tidak dapat dipisahkan).

    hal ini dapat diilustrasikan seperti ini:
    Jiwaku berdebar debar setelah melihat kecantikan cewek itu.Apakah jiwaku dan ragaku berbeda? jawab: tidak.

    Oleh sebab itu berbicara mengenai ke tritunggal ALLAH tidak boleh dipisahkan antara Bapa , Firman , dan RohNya. Karena Bapa (sebutan orang kristen untuk ALLAH) tidak bisa pisah dengan firmanNya Allah , dan Bapa tidak bisa pisah dengan RohNya.

    Kalau begitu apabila yang dijelaskan diatas mengatakan bahwa Bapa , Firman , Roh kudus itu disebut sebagai Allah yang sama , kenapa harus dibeda – bedakan oleh orang kristen? jawabannya :
    karena murid murid Isa setelah kebangkitan Isa dan setelah Isa naik ke surga , mereka menelaah segala peristiwa pada saat bersama Isa (waktu Isa di dunia dalam wujud manusia)dan kejadian kejadian pada saat peristiwa pantekosta dimana ada ROh Kudus masuk ke dalam para murid dalam rupa lidah lidah api ,mereka bisa berbahasa berbagai bangsa yang ada di yerusalem , untuk memberitakan tentang injil keselamatan Allah melalui Isa (yang disebut sebagai firman Allah yang hidup dalam rupa manusia) untuuk menebus dosa (dosa asal/dosa waris) manusia seluruh dunia.
    Dosa apa yang dimaksud : adalah dosa waris yang di akibatkan Adam dan hawa berdosa. Dosa waris ini kita semua di dunia ini merasakannya, penasaran ?(bagi yang tidak percaya dosa waris / dosa asal yang sering disebut sebut orang kristen), jawabannya : kalau kita tidak mewarisi dosanya adam&hawa , kita sekarang pasti masih di surga bersama dengan ALLAH, buktinya kita mewarisi dosa adam&hawa adalah kita semua manusia ada di bumi.(harus susah payah bekerja dan banyak permasalahan di dunia ini).

    aku lanjutin lagi penjelasan yang dapat aku sharingkan di teman teman sekalian.
    masih banya sekali yang penasaran , nanti aku lanjutin ….. thanks

  30. 9 Oktober 2010 pukul 23:08

    Jephman: kutipkan ayat2 Al Quran yang seperti anda bilang bahwa :Muhammad pernah memerintahkan penggalian tanah dan musuh2nya yang kalah perang dipenggal mulai dari pagi sampai sore.Tercatat dan diamini ahli sejarah Islam sendiri.
    Kemudian, Muhammad pernah menggauli budak-budaknya tanpa nikah. Ini jelas tercatat Alquran.

    Mohon kutipkan ayat2 dan ahli sejarah siapa yg mengamini peristiwa tersebut.

  31. lightseeker
    29 Oktober 2010 pukul 23:42

    –HIMBAUAN BAGI ORANG YANG SENGAJA MEMBENCI ISLAM–
    bicara kitab suci ya musti pake konteks. tapi masalahnya, bagi orang kafir harby (non believer dan hobinya berperang/bermusuhan) alquran itu harus salah karena mereka gak mau tau meskipun sudah diberitahu, mereka tetap keukeuh mencari cara agar quran itu terlihat salah. contohnya begini, ada ayat yang menceritakan memerangi yahudi. lalu seolah2 untuk melegitimasi usaha untuk menyalahkan, mereka mengatakan islam itu intoleran kepada orang yg tidak sepaham. mereka tetap menyalahkan meskipun ada pakar sejarah dan ahli tafsir yang mengatakan bahwa “pada suatu hari ada pemimpin di negri itu yang kebetulan beragama yahudi dan tiran”. apa hak anda untuk mengatakan ayat tsb tidak perlu konteks? klw kalian gak percaya ama ahli sejarahnya ya itu kembali pada keimanan, seperti anda yang percaya trinitas pake iman juga kan. lucunya banyak saudara2 saya yg beragama kristen pake melogiskan trinitas yg udah jelas2 musti pake iman. sia2 aja dong usahanya st. agustin dan st. thomas aquinas. oh iya, bicara soal iman ada nih tantangannya dalam al-quran. ini adalah jalan terakhir ketika perdebatan tidak menghasilkan keputusan. namanya MUBAHALAH. silahkan di browsing bagi yang tidak tau, dan silahkan dicoba bagi yang merasa paling benar imannya.

    Shalom

  32. prabowo
    12 Februari 2011 pukul 00:25

    Percuma berdebat , daripada berdebat lebih baik perbaiki diri masing-masing .

    kalau sudah yakin dengan Agama masing-masing ya sudah , gak usah meng-kritik Agama orang lain .

    Jika Tuhan menginginkan hamba-Nya memeluk satu dan hanya satu Agama saja maka niscaya seluruh manusia di dunia ini memeluk satu Agama .

    Agama juga bukan barang jualan , yang paling banyak promosi yang paling banyak peminatnya , Hidayah/pencerahan itu mutlak hak ALLAH . Mau ngomong atau berdebat sampai mulut ber-busa atau muka merah padam percuma saja .

    Ingatlah bahkan seorang Nabi pun belum tentu dapat mengantar Hidayah ALLAH kepada keluarga dan kerabat dekatnya . Ingatlah tentang cerita Nabi Ibrahim yang bahkan tidak berdaya atas kekafiran orangtua nya , Nabi Nuh yang tidak sanggup menuntun anaknya sendiri ke jalan yang lurus , bahkan Nabi Muhammad SAW yang tidak dapat meng-islamkan pamannya abu lahab .

    Pandangan orang non-muslim tentang Islam yang belum mendapatkan Hidayah dari ALLAH pastilah akan sangat ekstrim sering kali mereka sangat menghina ajaran Islam tanpa tau kebenarannya yang sesungguhnya .

    Tapi mereka masih lebih mending dari pada non-muslim yang bahkan tidak peduli terhadap Agama apa yang dianutnya , setidaknya non-muslim yang mengkritik islam masih mau berpikir , dan sedikit demi sedikit mereka akan menggunakan akal mereka , namun Hidayah itu mutlak ketentuan ALLAH .

    Apakah yang kalian cari , kebenaran atau pembenaran ? Tanyakan lah pada diri kalian masing-masing .

    Sebelum anda melihat Agama orang lain alangkah baiknya bila anda mempelajari dengan sangat mendalam tentang Agama yang kini sedang anda yakini , pelajari sungguh-sungguh .

    Jika Agama sendiri saja anda belum memahami benar2 , hanya hafal sedikit ayat , belum paham sejarah Agama anda sendiri , maka anda akan menjadi badut bila mengomentari Agama lain . Dan anda akan semakin menjadi Atheis , mengapa ? karena Agama sendiri anda tidak terlalu paham namun Agama orang lain anda kritik . Itulah orang Atheis , manusia-manusia yang lebih bodoh dari binatang , yang tidak percaya akan eksistensi Tuhan , yang menganggap bahwa segala kesempurnaan keteraturan sistem kehidupan seluruh jagad raya ini terjadi begitu saja , padahal komputer yang meniru cara kerja otak manusia saja ada yang menciptakan , logikanya dimana bila segala keteraturan semesta itu tanpa Pencipta .

  33. gadis
    21 Agustus 2011 pukul 17:33

    jika kita bicarakan adalah orang, maka apapun agamanya akan punya dua akibat yaitu kebaikan atau keburukan, keadilan atau kejahatan, santun atau kejamnya minta ampun, jadi sekali lagi bicara agama adalah bicara ajaran bukan orang, agama lahir untuk menuntun orang untuk menjadi seperti yang dituntun (yaitu ajaran tuhan) jadi akan menjadi salah besar jika masih memandang agama dari orangnya karena orang diciptakan dengan nafsunya (bisa baik bisa buruk)), semua pembahasan diatas mengarah ke orang yang harus diperbaiki, jadi pelajari ajaran agama sebaik mungkin, Mintalah kepada tuhanmu dan ihklaskan untuk menentukan sebuah kebenaran, bukan dengan kebencian karena kebencian adalah sifat Syetan.

  34. agungwidiyoutomo
    17 September 2011 pukul 12:50

    Bumi, bulan, matahari, dan bintang-bintang beredar mengikuti aturan. Air mengalir, udara bertiup, panas merambat, pepohonan tumbuh kesemuanya mengikuti aturan. Manusiakah yang menciptakan aturan atau hukum-hukum didalam alam tersebut ?. Sayangnya kita manusia banyak yang maunya se-enaknya sendiri tidak mau mengenal aturan, sedangkan hewan saja makanannya dan gerak hidupnya mengikuti aturan yang telah ditetapkan olehNya .

  35. agungwidiyoutomo
    17 September 2011 pukul 13:02

    Salah satu tujuan diturunkannya agama ke muka bumi adalah untuk mengatur kehidupan agar tidak rusak binasa semuanya. Sayangnya benak para tokoh agama dan diri kita tidak terfokus pada hal ini, padahal kerusakan-kerusakan dimuka bumi tampak nyata didepan mata kita, mengapa kita tidak membahas hal ini saja kalau agama kita betul-betul untuk kehidupan bukan untuk kebinasaan .

  36. Thomas S.
    12 Desember 2011 pukul 12:31

    Agama oh Agama,,membuat Murtad dan salah sangka,,,tapi memang ini harus ada,

    Pentium I masih bisa dipakai,dengan banyak kekuranganya, tampai Core I 7 sudah melampui semua kebutuhan,walau banyak yang masih harus dikembangkan,,, namun ini tentang komputasi,bukan aturan dari sang pencipta, yang diyakini ada banyak diturunkan melalui wakil-wakilnya, entah itu yang disebut titisan,nabi,rasul, atau roh-Nya..,semua berkembang sesuai dengan yang memaknainya, seberapa besarkah kita mampu mencari yang paling benar, He will lead us ,, tanyakan matamu dan mata hatimu..punyaku,tentu aku menggunakan panca indraku dan indera-indera lainnya kalau aku mampu..

    Ujung mungkin sama,,tapi ke badan dan ekor kok jadi membentuk ‘binatang’2 berbeda…padahal semua harusnya domba,,kenapa ada serigala, beruang,panda, dinosaurus,serangga,virus dsb… untuk keseimbangan? hah…Tuhan maha Player…but that’s His right, His own world.. kita hanya hamba, Isn’t? up to your perception..

    Ya Rabb..ampuni hambamu yang masih tidak bisa melihat jelas ini..walau sudah Engkau karuniai mata indah sempurna dan mata hati ini….ampuni juga ‘binatang’2 lain dan manusia-manusia ‘terpuji’ yang menggiringku untuk menjauhi-Mu… semoga semua mahluk-Mu kembali kepada-Mu dengan damai dan imannya hanya kepada-Mu…
    Ya Rabb..luaskanlah ,kayakanlah, buatlah wide angle semua mata hati ‘binatang2’ dan ‘manusia2 terpuji’ itu..semoga ke agungan-Mu makin membersihkan mata hati yang ‘belekan’ selalu…
    Semoga ‘keraguan’ ini menguatkanku,semakin jelas mata memandang,bahwa esok hanyalah mimpi yang mungkin terwujud atau dibawa ke kubur… peace all..

  37. 11 Juli 2015 pukul 05:06

    Mari kita analisa isi al Kitab dan al Qur’an, sebrapa persenkah didalamnya berisi perkataan manusia dan begitu juga sebaliknya seberapa persenkah firmanNya Sang Pencipta?

  38. Kasful mahdi
    21 November 2015 pukul 05:01

    Saya sih berfikiran sederhana, nabi Muhammad s.a.w itu ummi, tdk bisa baca dan tulis, tdk pernah sekolah/berguru, tapi kok bisa membuat aturan cara ibadah yng beda dan sangat rinci, hukum-hukum dalam kehidupan, penomena alam/sains yg dipahami jauh setelah beliau wafat, pertanyaanya, darmana semua itu? Apakah itu keluar dari otak seorang yang tdk bisa baca dan. Tulis? Orang yg bisa seperti itu ada nggak contoh yng lain tapi bukan para nabi. Tanya hati nuranimu, mungki kah itu bisa tanpa campur tangan yg lain, renungkan, jngn karena keterbatasan akal, ilmu untuk memahami maka kita terjerumus dalam neraka abadi penguasa alam dunia dan akhirat.

  39. 19 Maret 2016 pukul 15:26

    IBLIS TELAH BERSUMPAH YANG IA AKAN MENYESATKAN MANUSIA KECUALI ORANG YANG “MUKHLIS”..!!! SELAGI MANUSIA YANG BELUM “MUKHLIS”.. MAKA BEGITULAH PEMIKIRAN KAMU DI SESATKAN OLEH IBLIS MUSOH NYA MANUSIA..!!!

  1. 3 Agustus 2010 pukul 06:04
  2. 4 Agustus 2010 pukul 15:14
  3. 6 Agustus 2010 pukul 11:38
  4. 20 Juni 2011 pukul 10:20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s