Beranda > Murtad karena meragukan Al-Qur'an (dan al-Hadits)? > Alasan Murtad Yang Masuk Akal

Alasan Murtad Yang Masuk Akal

Dalam beberapa bulan terakhir ini, aku menyimak beberapa ratus kesaksian (dalam bahasa Inggris dan Indonesia) dari sejumlah orang murtad mengenai mengapa mereka keluar dari agama Islam. Dalam pengamatanku, kebanyakan dari kesaksian mereka bersifat “emosional”. Hal ini aku rasakan dari betapa menggebu-gebunya mereka menjelek-jelekkan Islam dalam kesaksian mereka. Sedikit sekali diantara mereka yang alasan murtadnya masuk akal menurut pikiran polosku. Di antara yang sedikit ini adalah kesaksian Hafidha Acuay via Agama Universal:


Perilaku orang-orang Islam yang berlebihan dan kontradiktif yang saya ketahui itu tidak dengan sendirinya menyebabkan saya keluar dari Islam. Namun, perilaku tersebut membuat saya mempertanyakan eksklusivitas Islam dalam mempengaruhi orang-orang secara transformatif. Saya telah membaca Tao Te Ching selama beberapa tahun dan mulai membawa buku tersebut di dompet saya, berdampingan dengan Al-Qur’an berukuran-saku saya. Buku tersebut menjadi pelipur lara saya juga. Saya sudah tahu bahwa orang-orang non-muslim bisa juga memiliki hikmah atau kearifan, tetapi yang paling membuat saya terpukul adalah temuan bahwa Al-Qur’an itu baru dihimpun menjadi satu pada beberapa tahun selepas wafatnya Rasul. Saya belajar bagaimana tradisi Rasul dihimpun–dan kini ada lebih banyak keraguan mengenai kesempurnaannya. … Baca Selengkapnya

Setelah membaca kesaksian selengkapnya itu, aku memaklumi alasan Hafidha Acuay mengapa ia murtad keluar dari Islam. Alasan murtadnya masuk akal menurut pikiran polosku; aku pun berpikiran bahwa dia tergolong nonmuslim yang bisa masuk surga. (Lihat “NonMuslim Yang Masuk Surga Menurut Ulama Muhammadiyah“.)

Sebagaimana Hafidha, aku juga mengalami pengalaman pahit yang hampir serupa. Aku pun merasa bahwa di sekelilingku ada banyak orang muslim yang kurang islami, bahkan termasuk aku sendiri. Hanya saja aku menggunakan sudut pandang yang berbeda dalam memandang eksklusivitas Al-Qur’an sebagai pedoman utama transformasi kita untuk berubah dari yang buruk ke yang baik dan dari yang baik ke yang lebih baik.

Daripada mempertanyakan kesempurnaan Al-Qur’an, aku lebih cenderung mempertanyakan kesempurnaan semua orang dalam memahami Al-Qur’an atau pun kitab lainnya. (Lihat “Manakah Islam yang sebenarnya?“)

Daripada mempertanyakan kesempurnaan Al-Qur’an sebagai pedoman transformasi bagi semua orang, aku lebih cenderung mempertanyakan kemampuan diriku sendiri dalam menjadikan suatu kitab (atau buku) sebagai pedoman transformatifku. Dengan mempertimbangkan ketidaksempurnaanku dalam memahami bacaan, aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri: ilmu manakah yang perlu kuprioritaskan untuk kudalami supaya aku lebih mampu memahami berbagai kitab dan buku?

Kalau dengan pendalaman itu, kita dapati bahwa Al-Qur’an “mampu membawa kita” ke arah kebaikan, maka kita tidak perlu keluar dari Islam, bukan? Namun bila dengan pendalaman itu, kita dapati bahwa Al-Qur’an justru “membawa kita” ke arah keburukan, maka ini tergolong alasan murtad yang masuk akal menurut pikiran polosku.

Bagaimana menurut sampeyan?

About these ads
  1. 2 Agustus 2010 pukul 07:55

    Jika kita masih mempertanyakan kesempurnaan Al-Quran kita telah melupakan jaminan Tuhan sendiri dalam Al-Quran yaitu Surat Al-Maidah:3

    ” Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, telah kucukupkan kepadamu nikmat-ku, dan telah kurelakan itu menjadi agamamu ”

    Kemudian Firman Allah dalam surat Ali-Imran:19

    ” Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam ”

    dan salah satu ayat dari Surat Ali-Imran ayat 85, bisa menjadi kekuatan kita dalam meyakini kebenaran cahaya Islam

    ” Barang siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka tidak akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi “

    Semoga dengan ayat diatas tidak ada lagi anggapan bahwa orang yang murtad (keluar dari Islam) bisa masuk Surga ….

    Salam

    Sumber : Buku Dialog Santri-Pendeta

    • 2 Agustus 2010 pukul 08:09

      @ omiyan
      Anggapan bahwa orang yang murtad (keluar dari Islam) bisa masuk Surga itu pun berdasarkan Firman Allah dalam Al-Qur’an. Silakan lihat penjelasannya di link terkait yang sudah disebutkan dalam artikel di atas, yaitu “NonMuslim Yang Masuk Surga Menurut Ulama Muhammadiyah

      • 14 Agustus 2013 pukul 05:40

        @omiyan
        sekarang ini anda sudah dengar tentang islam. dari sini anda tidak punya alasan, bahwa diri anda tidak mengenal islam..pengecualian itu, kalau mereka belum mengenal islam setetes apapun. tapi kalau sekitar mereka masih ada tentang islam. maka yang salah adalah diri mereka, kenapa mereka tidak mau cari tahu tentang islam…semua itu kembali kepada Allah, karena Dia-lah Yang Maha Tahu…jangan kita ambil mentah-mentah dari para ulama, sebelum cek apa mereka tulis…kebenaran itu datangnya dari Allah dan Rasul-Nya, bukan Ulama..ulama hanya menyampaikan..ulama yang satu ini mengatakan dan juga bagaimana pandangan ulama lain tentang itu?. jadi bukan hanya 1 ulama kita ambil, tapi kita ambil ulama-ulama lainnya…dan mengambil pendapat ulama yang lebih kuat dan mendekati kebenaran alquran dan hadits…misalkan: ulama A mengatakan begini dan alasannya begini disertai dalilnya dan tapi Ulama B berbeda pendapat dengan A. kedua-duanya mengeluarkan dalil. kemudian datang lagi ulama C. dan mencek kedua ulama tersebut, apakah yang kedua itu benar yang dipegang hadits shahih atau malah hadits dhoif yang dibawa..ternya keduanya, tertolak. lalu ulama C ini, mempelajari lagi dan mencari berbagai hadits, lalu dia ketemu hadits, lalu dia sampaikan kepada public..dan begitu seterusnya..waallahu a’lam..terima kasih

      • 15 November 2013 pukul 23:45

        Saudara ku seiman.
        Dlm setiap perdebatan antar agama,terutama antar Agama Kristen dan Islam.. tidak pernah menumbuhkan saling pengertian..dan tidak akan pernah membawa kebaikan. Karena APA.?.Krn sejak kecil kita sudah di Dogmatis tentang ajaran agama yg kita yakini adalah besifat MUTLAK dan HAKIKI.Sehingga kita tdk akan dapat lagi berfikir NETRAL dan Tidak akan mampu lagi untuk mengkoreksi keyakinan kita, karena kita berangkat kedalam perdebatan untuk mengkoreksi keyakinan orang lain, dengan ayat ayat yg kita yakini. Mengapa tidak mungkin terjadi titik temu.?, Karena Injil dan Alquran BERSUMBER DARI paham turunan IBRAHIM.dan isi AL QURAN sebahagian besar merupakan PEMBANTAHAN terhadap isi INJIL,dengan mengatakan bahwa Isi Injil itu telah dimodefikasi. Sebaliknya Kaum Nasrani mengatakan,.. Ya klu Alquran tidak mengatakan demikian.. Untuk apa Al Quran itu ada….Toh Allah sudah menyampaikan firmanya dalam Injil.
        Nah..Mari kita lihat perbedaan itu, Misnya ttg ANAK YANG DIKURBANKAN IBRAHIM.
        Pertama: Dlm Injil yg diminta Allah utk di kurbankan Ibrahim adalah ISHAK..(pd usia sekitar 3 Th, Anak yg dijanjikan Allah)dari istrinya Sarah SEBALIKNYA Dalam Alquran yng diminta utk di kurbankan adalah ISMAIL Anaknya dari Siti Hagar( Pd usia sekitar 13 Thn, disebut dl AlQuran USIA KERJA).Siti Hajar dan Ismail tlh Dijauhkan oleh Ibrahim Ke Mekah, saat dia Bermimpi,dia cari ke Mekah, tidak ketemu,lantas dicari ke Arafah..Ketemu. Dia cerita kan ttg mimpinya ke Hagar untuk menjadikan Ismail, jadi KURBAN persembahan, Hagar SETUJU.. (TIDAK MASUK AKAL)karena dia sendiri sudah di jauhkan/diceraikan.Lantas di ceritakan jg kpd ISMAIL, bahwa dia akan di PENGGAL,Ismail Setuju(TIDAK MASUK AKAL),krn sudah berusia kerja ( 13 th) PASTILAH DIA NGACIR.
        Tujuan Allah untuk meminta Ibrahim mengurbankan anaknya adalah SEBAGAI UJIAN IMAN.. pastilah yg diminta oleh Allah anak yg paling dia sayangi,anak yg DIJANJIKAN YAITU ISHAK.
        Nah.. mampu kah Kita Kaum Muslim menerima argumentasi sedemikian rupa..?.Apakah kita masih menganggap argumen itu tidak rasional.?sehingga kita membantahnya..??. Nah terserah kepada Sahabat sahabat ku semua.
        Hal Kedua :Kita selalu mengatakan Isa Almasih TIDAK DIBUNUH, TETAPI DIA DIPERSAMAKAN (Anisaa ayat 157)…selanjutnya coba Saudaraku baca Surat Mariam ayat 15 dan ayat 33,Yakni: Pada saat Aku dilahirka,meninggal dan bangkit kembali Kemulian Allah besertaku. Nah..Isa Almasih di katakan MENINGGAL,MANA YG BENAR.?. SAMA SAMA DALAM AL QURAN.?.BERARTI ADA AYAT DI AL QURAN YG TIDAK BENAR..?? Coba Saudaraku memberikan Tanggapan.? Jadi dlm perdebatan baik kami dalam satu kelompok,atau bauran tidak pernah ada jawaban yg memadai, atau dengan kata lain MEYAKINKAN.
        KETIGA : Didalam Al Quran..Orang yg mempersamakan Allah, atau mempuyai kepercayaan selain kepada Allah.. Kita PATRONKAN sebagai ORANG KAFIR.Yg selalu kita pandang sebagai Musuh Agama Islam dan harus di perangi atau dimusnahkan,. Tidak kah kita sadar bahwa kesejahtraan umat manusia saat ini, adlh dari OTAK DAN KARYA TANGAN ORANG KAFIR. Cth yg paling telak adalah : KITA TDK AKAN BISA NAIK HAJI KALAU TIDAK ADA PESAWAT UTK ANGKUTAN UDARA, KENDARAAN BERMOTOR UNTUK ANGKUTAN DARAT, KAPAL API UTK ANGKUTAN LAUT..KAN SEMUA ITU HASIL TEMUAN DAN KARYA TANGAN ORANG ORANG KAFIR.BELUM LG YG LAINYA,ALAT KOMUNIKASI,TEKNOLOGI INDUSTRI, KESEHATAN,dsb.Sesama ciptaanNya kok. bukan Kita yg diberi HIDAYAH…Jangan jangan Allah engak percaya sama kita,Atau DOA DOA KITA TIDAK DITERIMA, KARENA HATI KITA PENUH KEBENCIAN, atau klu kita yg mampu membuat SENJATA NUKLIR,kali sudah rata itu semua yg dikatakan USA,EROPA dan Israel sdh pasti jd DENDENG. Kaum Nasrani itu tidak percaya Allah memberikan Firman kepada Muhammad, kerena karakterNya yg tdk terpuji,stlh Istri pertamanya Siti Fatimah meninggal, Dia kaya setelah itu Dia Kawin dan kawin lg.Sedangkan Kita mempermasalahkan Jemaat Kaum Nasrani dalam Berkeyakinan kepada Isa Almasih, dengan menyebut TUHAN.Buakan Isa Almasih. Isa Almasih itu sendiri sangat mulia di Alquran.//

  2. 2 Agustus 2010 pukul 12:55

    “Aku pun merasa bahwa di sekelilingku ada banyak orang muslim yang kurang islami, bahkan termasuk aku sendiri. Hanya saja aku menggunakan sudut pandang yang berbeda dalam memandang eksklusivitas Al-Qur’an sebagai pedoman utama transformasi kita untuk berubah dari yang buruk ke yang baik dan dari yang baik ke yang lebih baik.”

    Pak Shodiq yang baik, pernahkah terlintas dipikiran Anda sumber “ketidakislamian” muslim lain adalah mereka melakukan 100% yang diperintahkan Alquran?

    Pernahkah Anda jujur&obyektif bahwa SUDUT PANDANG Andalah yg membuat anda lebih “islami”?

    Lihat bagaimana bertolakbelakangnya kelakuan muslim2 yang menurut anda tidak islami itu, apakah mereka MENCAMPURADUKAN pemahaman mereka ttg Islam dgn berbagai SUDUT PANDANG? Atau murni melakukan apa perintah Alquran?

    Islam yang Anda anut adalah Islam yg telah bercampur dengan isme-isme, yang anda katakan adalah SUDUT PANDANG.

    Tanyakan kepada diri Anda KENAPA PERLU ISME-ISME jikalau Alquran memang sudah sempurna? Kenapa perlu embel-embel moderat jika memang Islam sudah maju? kenapa perlu Liberalisme supaya islam jadi terbuka dan toleran? Perlukah humanisme jika memang Islam itu humanis?

    Kenapa Anda perlu SUDUT PANDANG supaya lebih Islami?

    Ini karena ada dualisme di Alquran.

    Semua ayat2 yang turun di Mekah adalah ayat2 yang toleran dan bersahabat. Ini karena Muhamad masih sedikit pengikutnya dan perlu mengedepankan “wajah manis”. Ayat2 yg turun di Madinah adalah ayat-ayat penuh kekerasan dan kebencian. Apalagi ketika sukses Hijrah dan menduduki Mekah.

    Ini yang membuat Anda bingung. Anda tanpa sadar menutup mata dari ayat2 penuh kekerasan itu lewat SUDUT PANDANG anda. Sedangkan muslim-muslim lain yang menurut anda tidak Islami, melakukan KEDUA sisi dualisme itu.

    Ambil contoh ayat2 yang memerintahkan muslim untuk berperang utk menegakkan syariah dan dengan vulgar membolehkan muslim memenggal kepala dan memotong ujung-ujung jari musuhnya.

    Anda akan mengemukakan dengan berbagai SUDUT PANDANG sehingga akhirnya ayat2 tersebut (pada intinya) tidak bisa digunakan lagi. Perhatikan bagaimana muslim2 yg anda katakan “tidak Islami” itu berargumen. Murni Alquran atau sudah tercampur isme-isme?

    Ini yang membuat Pak Shodiq berbeda.

    Salam.

  3. 2 Agustus 2010 pukul 14:47

    Kalau mau tidak murtad dan masuk surga kesini aja

    http://vilaputih.wordpress.com/

  4. 2 Agustus 2010 pukul 16:07

    Blog baru mas Shodiq..?
    Mantap dan uedan tenan sampeyan! Siplah, anda tetap konsist sebagai blogger yang mbeling dan bicara keluar dari pakem.. :D
    Salut!
    Btw: Setahun lalu saya pernah muat info reality show pemurtad-an di sini: http://masbadar.com/2009/07/04/gameshow-pemurtadan-ada-ustadz-rahib-pendeta-dan-biarawan-berlomba-memurtadkan-seorang-atheis/

  5. At Mun
    6 Agustus 2010 pukul 16:01

    tampak jelas kebodohan si penulis tentang islam dan asbab nuzul alquran serta asbab wurud hadits, inilah gaya semua musuh Islam dalam mendiskreditkan Islam dari kalangan nasoro dan yahudi serta anak asuh mereka dari kalangan murtaddin (orang-orang keluar dari Islam dgn sebab perkataan, idiologi sekular mereka, walaupun mereka tidak ingin disebut murtad, tapi itulah hukum orang yang menghina dan memerangi Islam dengan mengedepan sikap baro’ (berlepas diri dari Islam dan bersikap loyal dengan orang-orang kafir, anda adalah satu individu kerdil dari sekian orang-orang yang ingin meredupkan terangnya cahaya Islam yang telah dicatat dan diakui oleh musuh-musuh Islam tentang Indahnya Islam dan Syariatnya yang penuh kedamaian, keadilan, toleransi, Islam tidak pernah memulai dalam menyulut konflik tapi andalah dan kaum anda dari kristen dan yahudi yang selalu mempropokasi islam dan kami kaum Muslimin, ketika anda akan kalah dalam duel anda teriak seperti teriakan sorang pecundang minta bantuan ke negara barat dengan mendistorsi fakta, sudahlah jangan bikin capek diri anda dalam memurtadkan kaum muslimin hanya sia-sia saja, justru dunia barat semakin terbuka mata mereka dgn Islam dan fakta berbicara berapa banyak dari kaum nasara berpindah agama ke Islam, kalaupun ada murtad dari kami maka yakinlah mereka adalah orang-orang marginal, mines ilmu, ekonomi, kualitas, tidak stabil sosial mereka. tapi jiaka kaum anda masuk Islam pastim ia seorang yang besar, status sosial yang terhormat, berpendiddikan tinggi dan memiliki pengaruh di masyrakat.sekali lagi jangan ngomong sambil tidur, bangun dan gunakan akal sehatmu untuk mengkritiki injil yang penuh dengan ketidak masuk akalan,irasional, dogma semata tanpa bukti yang jelas,….

  6. At Mun
    15 Agustus 2010 pukul 12:21

    Gilaaaaaaaaaaaaak….unlogic, islam is logic.

    • jokokuncung
      4 Mei 2011 pukul 12:24

      mantab At Mun… anggap saja org yg mengatakan Murtad itu msk akal sbg org yg tdk ber-akal…..

  7. Angga
    23 September 2010 pukul 22:13

    Mas Shodiq, sangat jelas bedanya jika yang berucap itu makhluk Allah yang meyakini Allah sebagai Tuhan YME (Satu-satunya) dan yang suka mempersamakan Allah dengan ciptaannya (merendahkan ke-Esaan Allah = menghinakan Allah).
    Yakinlah… Allah akan sangat murka jika diperlakukan demikian (dipersamakan dengan ciptaannya). Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan tidak satupun makhluk ciptaan Allah yang dapat menyamainya…maka, KEMBALILAH TERHADAP “MENG’ESA’KAN” ALLAH dan tinggalkan kebiasaan anda menghina Allah, MEMPERSEKUTUKAN ALLAH…

  8. roland
    11 Oktober 2010 pukul 14:05

    at mun) kalaupun ada murtad dari kami maka yakinlah mereka adalah orang-orang marginal, mines ilmu, ekonomi, kualitas, tidak stabil sosial mereka. saya hny ingin meluruskan apa statemenya nggak terbalik tuh!kayakya akan lebia arif apabila anda membuka blog ini http://indonesia.faithfreedom.org/wiki/Daftar_Muslim_yang_Meninggalkan_Islam

  9. muslim
    16 Oktober 2010 pukul 20:23

    Kalaulah lihat contoh, lihatlah zaman keemasan islam dimana kaum sufi menghasilkan peradaban maju di Badghad dan Andalusia, karya mereka masih ada sampai sekarang, Nasrudin Hoja, Abu Nawas yang penuh hikmah. Keadaan umat islam sekarang tidak mencerminkan pemahaman AlQuran dan Hadist karena tidak menghargai pendapat sesama muslim, dan memiliki ego masing2. Kepentingan segelintir manusia yang tak bisa saya sebutkan telah menciptakan keadaan seperti ini. Yang jelas siapa memilih jalan kebenaran akan selamat

  10. prabowo
    11 Februari 2011 pukul 23:46

    Apakah seseorang pantas mengaku bahwa dirinya memeluk suatu Agama karena alasan mencari Tuhan namun sesungguhnya mereka mempelajari umat pemeluk Agama tersebut dan bukan dikarenakan mereka mempelajari kandungan Kitab Suci Agama tersebut yang mengajarkan tentang Tuhan ?

    Disetiap Agama selalu ada pemeluknya yang taat ada juga yang membangkang , ada yang baik ada pula yang buruk tabiatnya . Karena mereka manusia bukan malaikat yang tidak mempunyai hawa nafsu .

    Janganlah menilai kebenaran suatu Agama dari sifat/tindak-tanduk manusia penganutnya . Nilailah suatu Agama dari ajarannya , karena ajaran Tuhan tidak mungkin cacat , tapi ajaran/teladan manusia lah yang sering cacat .

    Bila kita mengaku cinta pada Tuhan , lalu untuk apa kita melihat kelakuan manusia ? sedangkan mereka pun sama seperti kita , belum tentu benar .

    Sesungguhnya setiap manusia menanggung dosa mereka sendiri , setiap manusia akan dimintai pertanggung-jawaban atas tindakkannya masing-masing .

    Jika seseorang telah benar-benar mengenal Tuhan , maka dia akan benar-benar mengenal dirinya sendiri , jika dia benar-benar mengenal dirinya sendiri maka dia akan mengenal dan menghormati sesama mahluk ciptaan Tuhan .

    Agama yang diridhoi oleh ALLAH dari jaman Adam hingga hari Akhir hanya Islam , namun belum tentu orang-orang yang mengaku telah Islam adalah Islam sesungguhnya .

    Cobalah untuk tidak membuang energi untuk saling menyalahkan atau membuktikan bahwa yang ini benar dan yang itu salah , lebih baik kita bertanya pada diri kita
    ” Sudahkah saya Islam ? ”

    Janganlah kita menjadi Islam hanya di KTP………………

  11. 1 Juli 2012 pukul 23:39

    Apapun alasannya Murtad ya Murtad tidak ada alasan murtad yang masuk akal. Ketika seseorang sudah bersaksi dengan dua kalimah Syahadat, maka kesaksian tersebut bukan hanya keluar dari mulut tetapi harus juga bersumber dari keyakinan qolbu yang paling dalam. Habluminallah ini tidak ada hijab antara Maha Pencipta dengan hamba-Nya. Justeru lebih tidak masuk akal kalau kemurtadan seseorang akibat dari justifikasi dangkal dia sendiri terhadap Islam. Bukankah sebagai pemeluk Islam dia harus terus belajar untuk meningkatkan kualitas Iman dan Tauhid dia.
    Orang seperti ini berbahaya, karena tidak ada bedanya dengan kutu loncat yang menjadi parasit pada tanaman tertentu. Buktinya dia mengemukakan alasan kemurtadan dia menurut pembenaran dia sendiri, sedikit banyaknya hal ini akan menjadi pandangan buruk terhadap Islam.

    Renungkanlah firman Allah :
    [i]Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama[485]
    mereka sebagai main-main dan senda gurau[486], dan mereka telah ditipu
    oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar
    masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena
    perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula
    pemberi syafa’at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala
    macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka
    itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka
    (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih
    disebabkan kekafiran mereka dahulu.[i](Al An’aam 70)

  12. Adi
    8 Agustus 2012 pukul 03:36

    Orang yang murtad itu kebanyakan adalah orang Islam yang bodoh-bodoh yang kurang penyelidikan tentang kebenaran Islam melalui mukjizat Alqur’an. Sementara sejarah dan fakta membuktikan bahwa mualaf (orang yang masuk Islam)banyak berasal dari kalangan orang-orang pintar, intelektual, ilmuwan dan pendeta-pendeta. Saya beri contoh : Prof. Dr. Maurice Bucaile seorang ahli bedah negara Perancis masuk Islam setelah menyelidiki mayat firaun yang mengejar Nabi Musa dahulu. Contoh lain seperti : Prof. Waid Baskash seorang dosen bahasa di universitas Alabat India menyatakan dalam bukunya bahwa KALKY AVATAR yang terdapat pada kitab weda itu adalah Nabi Muhammad karena ciri-ciri Kalky Avatar sama persis dengan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad. Akhirnya beliau masuk Islam dan mengajak kepada semua penganut Hindu di India untuk memeluk Islam dengan secepatnya. Dan banyak lagi cerita orang-orang pintar lain yang masuk Islam, coba saudara cari sendiri mudah-mudahan Allah memberi saudara hidayah untuk masuk Islam. Amin. Karena kita semua manusia diuji oleh Allah, kalau manusia mati tidak dalam keadaan Islam pasti manusia itu masuk neraka di akhirat kelak.

  13. mado
    5 November 2012 pukul 09:02

    mudah2n Allah Swt. senantiasa membukakan pintu2 hidayah bg mrka yg telah jauh dr hidayah-Nya… Sebagai seorang muslim, tentu merasa miris, apa gerangan hingga seseorang menjadi jauh dr agamanya ? Inilah yg hrus dicari jawabannya dan mnjdi tnggungjwb seluruh kaum muslimin..

  14. 4 Desember 2012 pukul 20:41

    Bagus ulasannya…

    Agama itu akhlak, itulah jawaban yg perlu di kaji di dalam diri kita.

    Salah satu tanda bahwa kiamat akan datang adalah terjadinya fitnah-fitnah yang menimpa kaum muslim di penjuru dunia ini. Kerasnya fitnah-fitnah ini sampai menyebabkan seorang muslim menjadi murtad.

    Dalam hadist diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. bersabda, “Bersegeralah melakukan amal dalam menghadapi fitnah-fitnah seperti malam yang sangat gelap sehingga seseorang beriman di pagi hari, tetapi menjadi kafir pada sore harinya dan pada sore hari ia mukmin, tetapi besok paginya kafir. Di antara kalian ada yang menjual agamanya untuk sebagian kecil dari dunia.” (HR Ahmad, Muslim dan Tirmidzi, Shahih al-Jami’ash-Shaghir, III, h.4)

    Fitnah yang menimpa umat muslim saat akhir zaman sangat berat dan dahsyat sampai-sampai seorang muslim mengharap cepat mati agar terbebas dari bencana.

    Dalam sebuah riwayat dari Muslim Rasulullah bersabda, “Demi Jiwaku dalam genggamanNya, dunia tidak akan lenyap sampai seseorang melewati suatu kuburan, lalu ia mendekatinya dan berkata, ‘Alangkah senangnya bila aku menempati kuburan ini!’ ia tak menanggung hutang kecuali bencana.” (Shahih Muslim, IV, h. 2231)

    salah satu permasalahan di atas bisa sy kategorikan adanya Peperangan di antara Kaum Muslim. Rasulullahpun telah memberikan solusinya untuk itu.

    Abu Bakrah meriwayatkan hadist bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya akan terjadi banyak fitnah. Awas, kemuadian akan terjadi sebuah fitnah yang saat itu orang yang duduk lebih baik dari yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik dari yang berusaha menujunya. Waspadalah, bila fitnah itu terjadi. Siapa memiliki unta, hendaklah ia pergi dengan untanya. Siapa memiliki kambing, hendaklah ia pergi dengan kambingnya. Siapa memiliki tanah, hendaklah ia pergi menuju tanahnya.” Seorang lelaki bertanya, “Ya Rasulullah saw., bagaimana bila ia tak punya unta, kambing dan tanah?” Jawab beliau, “Ia bergantung pada pedangnya, lalu membatasi daerahnya dengan batu, kemudian ia coba selamatkan diri jika ia dapat menyelamatkan diri. Ya Allah, apa aku telah menyampaikan?” Seorang lelaki bertanya, “Ya Rasulullah., apa pendapatmu bila aku terpaksa sampai pergi ke salah satu golongan atau salah satu kelompok, lalu seseorang memenggalku dengan pedangnya, atau anak panah meluncur kearahku sehingga aku terbunuh?” Jawab beliau, “Ia menanggung dosanya dan dosamu, dan ia termasuk penghuni neraka.” ( Diriwayatkan oleh Musilm, IV, h.2212, no.2887)

    Walahu’alam dan semoga bermanfaat saudarakuku… :)

  15. Bram_Not_Religious_Not_Atheistic
    30 Desember 2012 pukul 02:02

    “Daripada mempertanyakan kesempurnaan Al-Qur’an, aku lebih cenderung mempertanyakan kesempurnaan semua orang dalam memahami Al-Qur’an atau pun kitab lainnya.”

    meskipun tidak semua, tapi ada beberapa orang yang menerapkan standar ganda. mereka hanya mau mendalami ajaran yang termasuk agama dan filsafat terpopuler.

    tapi buat anda, sudikah anda mencoba memahami atau dalami ajaran2 dari NAZI, Gereja Setan, dan Klu Klux Klan?
    apakah ada kemungkinan anda menganggapnya ajaran kasih dan damai? apakah ketiga ajaran perlu pendalaman makna? apakah kejahatan pengikutnya adalah bentuk ketidakpahaman mereka dalam menafsirkan ajarannya?

    kalau orang bilang banyak ungkapan dan kata-kata dengan makna dalam di dalam ajaran/agama Islam, Kristen, Buddha, Tao, dsb mengapa tidak juga mengatakan itu kalau ajaran/agamanya adalah Gereja Setan, NAZI, atau Klu Klux Klan ?

    mas, tidak perlu menyalahkan akal dan hati nurani manakala melihat kecacatan dalam suatu agama atau ajaran lainnya. kalo nggak, itu namanya tafsiran yang dipaksa.

  16. Nurul
    10 April 2013 pukul 16:40

    Ane mau jual agama. Berani berapa?

  17. Mr.Nunusaku
    28 Mei 2013 pukul 16:36

    Islam agama yang tidak dapat dimasukan dalam akal yang sehat…karena Allah memberikan kita otak untuk berpikir tentang kebenaran islam yang tidak masuk akal sehat.
    Contohn dapat saya berikan; Dalam Syahadat…mengatakan: LAA ILAAHA ILLALLAAH..
    BERARTI; TIDAK ADA TUHAN MELAINKAN ALLAH…?

    kalau kita menyelidiki Quran Muhammad banyak memakai nama Tuhan… jadi mana yang benar…..tiada Tuhan melainkan Allah…kok dalam Quran b.anyak memakaim nama Tuhan…?dilain pihak Syahadat mengatakan tiada Tuhan melainkan Allah…..kalau membaca Quran karang manusia padang pasir yang liar Muhammad..dan kita tahu bahwa Muhammad dikontrol oleh setan unutk membuat Quran…baru dijadikan wahyu ilahi……ini kehendak setan mengambil keuntungan dalam Al Quran yang setan ciptakan bersama Muhammad

  18. 2 Juni 2013 pukul 01:42

    Broo Aye sudah berulang kali membaca Alquran tapi, runtun kalimatnya sukar Aye pahami. Yang terjemahanya broo. Coba ente baca dah, ceriranya loncat loncat.

    • Taupik
      29 Juni 2013 pukul 23:04

      Klo brkenan belajar dngan saya,insyaAllah saya akan bantu,mari kita sharing tentang agama dengan akal logika

  19. 2 Juni 2013 pukul 01:50

    Di sebahagian ayat Alquran kaum jahudi itu, dimusuhin Allah,tapi Nabi nabi kan banyak turunan Jahudi, dan bangsa jahudi pula telah menjadi bangsa pilihanNYA, di Alquran di catatan kakinya , di sebutkan Jahudi menjadi bangsa pilihan hanya sampai jaman Nabi Musa, Berarti Allah itu plinplan.

  20. Taupik
    1 Juli 2013 pukul 20:48

    Sodara hrus tau pengertian Tuhan dan nama Allah.Tuhan adalah Maha goib yg d sembah oleh manusia,kata Tuhan bsa d pakai oleh agama manapun,cmn kyakinan Tuhan stiap agama berbeda2.skrng pengertian nama Allah,Allah SWT adalah Tuhan yg di sembah oleh umat muslim,jd umat muslim Tuhannya 1 yaitu Allah SWT,Rasulullah Muhammad SAW sllu mengucapkan Tuhan yaitu Allah.jd Muhammad slalu mengucapkan Tuhan bkrn brarti Tuhannya lbih dri satu,tapi sbgai penegasan bhwasannya tiada Tuhan selain Allah,Allah tdk punya anak

  21. Taupik
    1 Juli 2013 pukul 20:57

    sbgai orang pemula,baca Alquran emang sulit krna itu firman Allah bkn bhasa manusia,tdk sperti kitab injil yg skrng bhasa indonesia mudah d baca.tp klo kita udah belajar,baca alquran gampang ko.buktinya bnyak yang hapal alquran,malahan anak kecil.skrg saya brtanya,ada g seorang kristen hapal kitab injil?tdk ada yg hapal,padahal itu menggunakan bhasa indonesia.injil yg asli menggunakan bhasa ibrani,jaman skrg gda seorangpun yg bisa bhasa ibrani,jd injil yg skrg bwatan manusia seperti markus,lukas,yahya dll

  22. gareng
    31 Juli 2013 pukul 09:19

    mondok dulu sana om . . .

  23. kolor yesus
    3 Agustus 2013 pukul 02:34

    maklum aje sipenulis itu disusupi oleh roh iblis..!! jangan-jangan sipenulis musang berbulu iblis..itulah jelang tanda-tanda kiamat banyak dajal gentayangan..sok pahlawan sok beriman tapi memutar balikan fakta

  24. 3X6
    9 Agustus 2013 pukul 22:49

    Murtad ya ,murtad apapun alasannya mau rasional atau emosional nggak masalah

  25. pencari kebenaran
    28 Agustus 2013 pukul 16:34

    gue heran sma yang punya blog ini, hampir semua tragedi murtad karna alasan penampakan, karena mendadak di tolong, karena mengalami kejadian aneh,keterbatasan dlam pendalaman alqur’an,dan emosional. klo dilihat2 mirip tukang bubur mendadak naik haji… coblah dibikin lebih enak judulnya dngn substansi rasional..misalnya ” seorang profesor doctor sekaligus pendeta nomor 1 di indonesia mmilih hizrah ke islam setelah mendalami dan membandingkan kebenaran injil dn al-qur’an” itu pasti seru dan laku di baca serta didebat..

  26. annisa
    20 September 2013 pukul 11:46

    Ternyata ulama MUHAMMADIYAH itu sok tau!!sok pintar!!alias BODOH
    (NonMuslim Yang Masuk Surga Menurut Ulama Muhammadiyah)

    Untuk kasus masyarakat atau umat seperti itu, kita dapat menyatakan bahwa mereka tidak akan disiksa karena keyakinan dan cara ibadah mereka yang tidak sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah. Dasar pengecualian ini adalah firman Allah berikut ini: “… dan Kami tidak akan meng’azab SEBELUM Kami mengutus seorang rasul.” (Q.S. Al-Isra’ 17:15) SEDANGKAN sekarang:
    Allah SUDAH mengutus seorang rasul yaitu MUHAMMAD SAW. Jadi kesimpulannya UMAT NON MUSLIM SEKARANG ITU AKAN DI AZAB OLEH ALLAH………..!!!!!!!!!! >.<

  27. 11 November 2013 pukul 13:30

    Ya spean bner juga, tp andai q mjdi smpean: q akan mcri tau lbh bxk ttg islam tntu kpd ahlinya! Sblm itu q lakukan, q mrsa prlu untuk “takjub” atas ayat2 al qur’an yg erat kaitanx dg sains,kedokteran,antropologi,peristiwa2 pnting yg apbila ditelusuri lbh jauh trxta jam dan tgl kejadian tsb justru sbg ptunjuk ayat2 yg brhbungan dg peringatan Allah,kenyataan yg baru ditemukan namun disbutkan lbh dlu oleh Allah lwt qur’an dll. Smpean blm faham mksudq kan? Itulah tandax bhw “qt” tdk dan blm mampu memahami rahasia qur’an spnuhx dan smpai kpanpun qt tetap tdk akan mampu.qur’an itu adalah kalamullah (katanya). Mana mgkin qt sbg manusia akan mampu menandingi ilmu Nya,aplgi cm dg keadaan qt yg sprti ini. Mkanya qt prlu belajar dlu.

  28. 15 November 2013 pukul 23:44

    Saudara ku seiman.
    Dlm setiap perdebatan antar agama,terutama antar Agama Kristen dan Islam.. tidak pernah menumbuhkan saling pengertian..dan tidak akan pernah membawa kebaikan. Karena APA.?.Krn sejak kecil kita sudah di Dogmatis tentang ajaran agama yg kita yakini adalah besifat MUTLAK dan HAKIKI.Sehingga kita tdk akan dapat lagi berfikir NETRAL dan Tidak akan mampu lagi untuk mengkoreksi keyakinan kita, karena kita berangkat kedalam perdebatan untuk mengkoreksi keyakinan orang lain, dengan ayat ayat yg kita yakini. Mengapa tidak mungkin terjadi titik temu.?, Karena Injil dan Alquran BERSUMBER DARI paham turunan IBRAHIM.dan isi AL QURAN sebahagian besar merupakan PEMBANTAHAN terhadap isi INJIL,dengan mengatakan bahwa Isi Injil itu telah dimodefikasi. Sebaliknya Kaum Nasrani mengatakan,.. Ya klu Alquran tidak mengatakan demikian.. Untuk apa Al Quran itu ada….Toh Allah sudah menyampaikan firmanya dalam Injil.
    Nah..Mari kita lihat perbedaan itu, Misnya ttg ANAK YANG DIKURBANKAN IBRAHIM.
    Pertama: Dlm Injil yg diminta Allah utk di kurbankan Ibrahim adalah ISHAK..(pd usia sekitar 3 Th, Anak yg dijanjikan Allah)dari istrinya Sarah SEBALIKNYA Dalam Alquran yng diminta utk di kurbankan adalah ISMAIL Anaknya dari Siti Hagar( Pd usia sekitar 13 Thn, disebut dl AlQuran USIA KERJA).Siti Hajar dan Ismail tlh Dijauhkan oleh Ibrahim Ke Mekah, saat dia Bermimpi,dia cari ke Mekah, tidak ketemu,lantas dicari ke Arafah..Ketemu. Dia cerita kan ttg mimpinya ke Hagar untuk menjadikan Ismail, jadi KURBAN persembahan, Hagar SETUJU.. (TIDAK MASUK AKAL)karena dia sendiri sudah di jauhkan/diceraikan.Lantas di ceritakan jg kpd ISMAIL, bahwa dia akan di PENGGAL,Ismail Setuju(TIDAK MASUK AKAL),krn sudah berusia kerja ( 13 th) PASTILAH DIA NGACIR.
    Tujuan Allah untuk meminta Ibrahim mengurbankan anaknya adalah SEBAGAI UJIAN IMAN.. pastilah yg diminta oleh Allah anak yg paling dia sayangi,anak yg DIJANJIKAN YAITU ISHAK.
    Nah.. mampu kah Kita Kaum Muslim menerima argumentasi sedemikian rupa..?.Apakah kita masih menganggap argumen itu tidak rasional.?sehingga kita membantahnya..??. Nah terserah kepada Sahabat sahabat ku semua.
    Hal Kedua :Kita selalu mengatakan Isa Almasih TIDAK DIBUNUH, TETAPI DIA DIPERSAMAKAN (Anisaa ayat 157)…selanjutnya coba Saudaraku baca Surat Mariam ayat 15 dan ayat 33,Yakni: Pada saat Aku dilahirka,meninggal dan bangkit kembali Kemulian Allah besertaku. Nah..Isa Almasih di katakan MENINGGAL,MANA YG BENAR.?. SAMA SAMA DALAM AL QURAN.?.BERARTI ADA AYAT DI AL QURAN YG TIDAK BENAR..?? Coba Saudaraku memberikan Tanggapan.? Jadi dlm perdebatan baik kami dalam satu kelompok,atau bauran tidak pernah ada jawaban yg memadai, atau dengan kata lain MEYAKINKAN.
    KETIGA : Didalam Al Quran..Orang yg mempersamakan Allah, atau mempuyai kepercayaan selain kepada Allah.. Kita PATRONKAN sebagai ORANG KAFIR.Yg selalu kita pandang sebagai Musuh Agama Islam dan harus di perangi atau dimusnahkan,. Tidak kah kita sadar bahwa kesejahtraan umat manusia saat ini, adlh dari OTAK DAN KARYA TANGAN ORANG KAFIR. Cth yg paling telak adalah : KITA TDK AKAN BISA NAIK HAJI KALAU TIDAK ADA PESAWAT UTK ANGKUTAN UDARA, KENDARAAN BERMOTOR UNTUK ANGKUTAN DARAT, KAPAL API UTK ANGKUTAN LAUT..KAN SEMUA ITU HASIL TEMUAN DAN KARYA TANGAN ORANG ORANG KAFIR.BELUM LG YG LAINYA,ALAT KOMUNIKASI,TEKNOLOGI INDUSTRI, KESEHATAN,dsb.Sesama ciptaanNya kok. bukan Kita yg diberi HIDAYAH…Jangan jangan Allah engak percaya sama kita,Atau DOA DOA KITA TIDAK DITERIMA, KARENA HATI KITA PENUH KEBENCIAN, atau klu kita yg mampu membuat SENJATA NUKLIR,kali sudah rata itu semua yg dikatakan USA,EROPA dan Israel sdh pasti jd DENDENG. Kaum Nasrani itu tidak percaya Allah memberikan Firman kepada Muhammad, kerena karakterNya yg tdk terpuji,stlh Istri pertamanya Siti Fatimah meninggal, Dia kaya setelah itu Dia Kawin dan kawin lg.Sedangkan Kita mempermasalahkan Jemaat Kaum Nasrani dalam Berkeyakinan kepada Isa Almasih, dengan menyebut TUHAN.Buakan Isa Almasih. Isa Almasih itu sendiri sangat mulia di Alquran.///

  29. 17 November 2013 pukul 21:32

    Sungguh indah kehidupan dunia ini kalau lah kita semua mempuyai dasar keyakinan KASIH, Tetapi ajaran kasih itu sediri masih banyak yg di dustakan, masih banyak yg di cemohkan, masih banyak yg di cibiri, masih banyak yg dilupakan…Karena Apa.???? Karena Anda Kaum Nasrani sendiri masih banyak yg hidup dan bepenghidupan tidak dalam KASIH , Hidup dalam kehidupan tidak dalam berpengharapan. Ruang ruang hati Anda masih ada yg ber isi kebencian, masih ada yg berisi keangkuhan, masih ada yg berisi kesombongan. Jika Anda sudah Hidup dalam Kasih, dan tidak ada ruang hati Anda yg berisi Kebencian… Berdoalah Untuk kita semua umat manusia, Dia akan memberikan Anugrah dan pengampunan kepada kita. Dan pastilah damai dibumi dan Pintu Sorga akan terbuka bagi kita yg berpengharapan kepadaNya. Dan anakNya yg Tunggal akan DATANG UNTUK MENGHAKIMI.Amin.. Amin…Amin..

  30. 22 November 2013 pukul 19:04

    al-quran adalah petunjuk bagi orang muslim, apabila ada anggapan bahwa al-quran telah membawa umad manusia ke dalam keburukan itu karena dirinya sendirilah yang menuju keburukan itu…

    BAGI ALLAH HANYA ADA SATU AGAMA, YAITU ISLAM
    sumber : http://forum.swaramuslim.net/more.php?id=3861_0_15_0_M
    Dalam ajaran ketiga agama samawi (yang besumber dari pewahyuan dari Tuhan) terdapat suatu kesamaan bahwa kehidupan manusia dimulai oleh Adam dan Hawa, sepasang manusia yang dulunya hidup di sorga, namun karena bujuk rayu Iblis, telah melanggar larangan Allah, akhirnya dihukum, dilemparkan ke dunia, menjalani kehidupan penuh keringat, susah payah, perjuangan, beranak pinak, saling bermusuhan dan membunuh, sampai sekarang.
    Juga terdapat suatu kesamaan, bahwa kemudian Allah selalu mengiringi sejarah kehidupan manusia dengan petunjuk-petunjuk-Nya agar manusia punya panduan, mana cara menjalani hidup yang benar menurut Allah, mana cara yang salah. Disini kemudian terjadi ‘persimpangan jalan’. Fakta yang ada sekarang, ketiga agama samawi itu punya konsep yang berbeda tentang tata-cara menjalani hidup, bahkan juga konsep yang berbeda tentang eksistensi Allah. Padahal secara logika, kalau ketiganya sama-sama punya nenek moyang yang satu, maka ajaran yang diturunkan dari nenek moyang tersebut seharusnya sama, terutama ajaran tentang bagaimana gambaran Tuhan. Disini hanya ada 2 kemungkinan, hanya ada SATU ajaran yang benar, yang sama sejak manusia pertama ada, atau ketiga-tiganya salah semua, artinya baik Islam, Kristen maupun Yahudi nyasar semua, tidak sama lagi dengan apa yang dituntun Allah sejak dulu.
    Tulisan ini akan mencoba mengungkapkan apa nama ajaran Allah yang dimulai sejak manusia pertama tersebut, dan kemudian dilanjutkan kepada kaum-kaum berikutnya, sampai dalam bentuk yang ada sekarang, tentunya dalam perspektif Al-Qur’an.
    Adalah tidak mungkin ketika Allah memberikan sekumpulan petunjuk-Nya kepada manusia, mulai dari manusia pertama dan memberikan ‘judul’ terhadap petunjuk itu dengan sebuah nama, lalu disaat selanjutnya, Allah juga memberikan ajaran lain yang berbeda, lalu juga memberi ‘judul’ yang lain terhadap ajaran tersebut. Al-Qur’an mengistilahkan kata agama dengan ‘diin’ sesuatu yang menggambarkan hubungan antara dua pihak, dimana yang satu mempunyai posisi lebih tinggi dari yang lain. Ada juga istilah lain untuk kata agama ini, yaitu ‘millat’ yang berarti membacakan kepada orang lain. Ar-Raghib al-Asfahani mendefinisikan kata diin adalah menggambarkan keseluruhan suatu agama termasuk rinciannya, sedangkan millat menggambarkan keseluruhan suatu agama tidak dalam rinciannya, Diin bisa diartikan suatu sistem kepercayaan yang sudah terstruktur, milllat artinya suatu ajaran. Menurut Al-Qur’an, dari dulu hanya ada satu nama agama yang benar-benar berasal dari Allah, yaitu Islam.
    19. Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. (Ali Imran)
    innadiina = sesungguhnya agama, indallaahi = disisi Allah, al-Islaam = Islam
    Dalam ayat ini kata Islam dikemukakan dengan ‘al-Islaam’ berupa kata benda yang mengartikan sebuah nama.
    84. Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”
    85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Ali Imran)
    waman = dan barang siapa, yabtagi = mencari, gaira = selain, al-islaami = Islam, diinan = agama.
    Dari kedua ayat tersebut disimpulkan bahwa petunjuk-petunjuk Allah mulai dari manusia pertama, dijuluki oleh Allah dengan ‘al-Islam’. Yang merupakan ‘diin = agama’, dan adanya ketegasan bahwa dari dulunya apa yang diajarkan oleh Allah melalui para nabi dan rasul adalah sama, dalam konteks gambaran eksistensi Allah dan penyembahan kepada-Nya. Pemeluk agama Islam tersebut dinamakan ‘Muslim’
    78.(Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu..(Al Hajj)
    millata = agama, abiikum = bapakmu, Ibraahiima = Ibrahim, huwa = Dia, sammaakumu = menampakkan kamu, al-muslimiina = orang-orang muslim.
    Kata ‘al-muslimiina’ juga merupakan kata benda, yang berarti : orang yang memeluk agama Islam, dan ini sudah dinamai Allah bagai pemeluk Islam sejak dahulunya. Dari uraian ayat-ayat Al-Qur’an diatas, sebenarnya kita mendapat gambaran yang jelas, bahwa dilihat dari sisi ‘penamaan’, yaitu diin atau millah, al-Islam, dan al-Muslimiin, serta pernyataan Allah bahwa yang diakuinya sebagai agama yang Dia turunkan dari dulunya, adalah Islam.
    Nabi Ibrahim adalah ‘al-Muslimiin’, anak keturunannya juga, Ismail, Ishak, Ya’kub, Musa, ‘Isa, adalah ‘al-Muslimuun’ pemeluk Islam. Semua nabi dan Rasul itu termasuk dalam keluarga para Rasul, yang ditugaskan Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya, tentang eksistensinya, yang sama dari dulunya, dan ajaran Islam tidak membeda-bedakan antara satu nabi dengan nabi yang lain :
    136. Katakanlah (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan ‘Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (Al Baqarah)
    Jadi ketika Nabi Ibrahim, dan Nabi Ya’kub berwasiat kepada anak keturunannya :
    132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub : “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (Al Baqarah)
    Kalimat ‘Allah telah memilih agama ini’, menarik sekali karena wasiat Nabi Ibrahim memakai kata ‘diin’ untuk menyatakan ‘agama’, bukan millat, sedangkan dalam surat al-Hajj 78, Al-Qur’an memakai kata ‘millat’ dalam kalimat ‘agama orangtuamu Ibrahim’. Bisa ditafsirkan bahwa ketika mewasiatkan anak keturunannya, nabi Ibrahim sudah mengetahui bahwa adanya suatu ‘sistem kepercayaan’ yang diridhoi Allah, dan millatnya punya intisari yang sama dengan sistem kepercayaan tersebut. Untuk menghubungkan millat (ajaran) Ibrahim dengan Islam sebagai suatu sistem kepercayaan, maka diakhir ayat tersebut dikatakan : “kecuali dalam memeluk agama Islam”. Al-Qur’an memakai kata ‘muslimuuna’ untuk kata yang diartikan ‘agama Islam’, kata muslimuuna adalah kata sifat diartikan = orang yang tunduk/berserah diri.
    Lalu muncul pertanyaan, bagaimana mungkin Ibrahim, Ismail, Ishak, Musa, ‘Isa, dikatakan memeluk agama Islam, padahal mereka sudah ada sebelum nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam diturunkan. Para nabi dan Rasul tersebut juga tidak melaksanakan shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, haji, dll seperti ritual yang dilakukan oleh umat Muhammad SAW, bahkan tidak mengucapkan shahadat ‘Ashadu Allailaaha illa Alllah, wa’ashadu anna Muhammad Rasulullah’, yang merupakan ‘proklamasi’ seseorang memeluk agama Islam.
    Yang pasti semua nabi dan Rasul tersebut mengucapkan ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’, anda bisa menemukan banyak ayatnya dalam Al-Qur’an, suatu pernyataan bahwa dari dahulunya eksistensi Allah tidaklah berganti, dan penyembahan terhadap-Nya juga tidak berubah. Namun untuk setiap umat, Allah menetapkan SYARI’AT yang berbeda-beda, syari’at disini bisa diartikan : tata-cara penyembahan, aturan-aturan menjalani kehidupan, mana yang boleh mana yang tidak, dll :
    67. Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. (Al Hajj)
    Itulah makanya untuk kaum Yahudi dan Nasrani, disyari’atkan mengkuduskan hari Sabbath, untuk umat Islam tidak, atau sebaliknya untuk umat Islam disyari’atkan shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, dll, untuk umat sebelumnya tidak. Ada juga syari’at umat Muhammad yang terkait dengan syari’at nabi terdahulu :
    13. Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ‘Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (Asy Syuura)
    Maka kata-kata ‘Wa ashadu anna Muhammad Rasulullah’, artinya sipengucap sumpah ini menyatakan dirinya adalah penganut agama Islam dan menjalankan syari’at yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW, sedangkan nabi dan rasul sebelumnya, beserta pengikut-pengikutnya adalah penganut Islam yang menjalankan syari’at sesuai ajaran masing-masing. Namun semuanya dinyatakan sebagai penganut agama Islam, satu-satunya agama yang diakui Allah, dan disebut sebagai Muslim.
    Yang jadi pertanyaan sampai sekarang, apakah ketika nabi Musa menyampaikan Taurat, dan nabi ‘Isa Almasih menyampaikan Injil, menerangkan apa nama agama yang mereka bawa..??, apakah ada pernyataan nabi Musa misalnya yang menyatakan : “Inilah ajaranku, yaitu AGAMA YAHUDI..”, atau nabi ‘Isa Almasih menyatakan :”Inilah ajaran AGAMA KRISTEN..” Al-Qur’an sering menyinggung kata : Yahudi dan Nasrani, namun itu merujuk kepada nama suatu kelompok atau kaum, bukan nama agama, lalu apa nama agama yang dibawa oleh nabi Musa dan nabi ‘Isa Almasih tersebut..???

  31. dj_hetick™
    11 Januari 2014 pukul 05:19

    Banyak orang buta menuntun sesama orang buta. :)
    Pikiran ter kotak kok mau mempertanyakan logika. :)
    Ilmu warisan kok mau diperdebatkan. :)

    “Semut di seberang lautan tampak, namun Gajah Bunting di seberang lautan tak tampak”
    Ini gambaran orang yang buta mata, buta hati, buta akal.

    Klo ga mau buta, koreksi diri dulu :)

    -Salam-

  32. nurul qoni'ah
    11 Januari 2014 pukul 19:01

    maaf ya om penulis.. saya rasa saya hanya bisa katakan ataghfirullah. coba pahami lagi deh islam itu gimana. mungkin om keliru -_-

  33. 21 Januari 2014 pukul 18:10

    MENGAPA PINDAH AGAMA..?!

  34. 21 Januari 2014 pukul 18:15

    lha iYa kenapa pindah agama,..??

  35. 21 Januari 2014 pukul 18:28

    MBAH MO :
    MENGAPA PINDAH AGAMA..?!

    MBAH MO
    21 Januari 2014 pukul 18:10 | #40
    Balas | Kutip

    MENGAPA PINDAH AGAMA..?!

    lha iYa kenapa Mbah Mo pindah agama,.. apanya yang kurang di islam,?? kha islam itu agama yang paling lengkap dan yang paling benar,..ketahuilah hanya islam-lah agama yang diridhoi oleh Allah Swt
    ingat,..Mbah Mo….. Ingat..!!

  36. 21 Januari 2014 pukul 19:06

    Bah Bah aku ki wis tuwek sedelo engkas matek
    aku wegah lek mung di-opas apusi thok
    17th kepungkur aku di undang Gusti Allah kon teko omah-e Gusti Allah (Ba’itulloh) yo sing diarani ka’bah
    labaik allohuma labaik…lst.
    aku teko Ba’itulloh mergo di undang Gusti Alloh
    ..Heeeemm sedelo engkas aku sido biso sapatemon karo Gusti Alloh
    Eeeeee.. bareng wis mari lek ku mlayu lunjak-lunjak ngubengi Ba’itulloh karepku arep thotok-thotok lawang kakbah ben biso ketemu karo Gusti Alloh
    lhah lhah ojo maneh kok ditemoni lha wong arep ndumuk lawange kakbah wae wis dibentak karo wong arab…nggoak oleh mbukak lawange kakbah
    …?! jarene aku di undang karo Gusti Alloh
    lha kok ora oleh sapatemon karo Gusti Alloh
    ..duh cilakane sing ora ngolehi kuwi dudu Alloh nanging sing ora ngolehi kuwi wong ngarab dudu sing duwe Ba’itulloh
    alaaah yo wis ben… budal….diundang….mulih neng kono gak ketemu karo Gusti Alloh
    bareng wis teko omah di takoni karo bojo
    piye wis ketemu karo Gusti Alloh
    ketemu piye lha wong mbedayoh arep ketemu karo Gusti Alloh kok ora di oleh-i karo wong ngarab… aneh-e sing ora ngolehi kuwi dudu Gusti Alloh sing duwe omah
    nanging sing ora ngolehi kuwi malah wong ngarab
    lha lek ngono rugi lek ku nyangoni ngge budal rono wis ragat ora ketemu Gusti Alloh

    16th sak wuse iku aku ketemu karo konco-ku aku di takoni
    lek mu munggah kaji kae yo iso ketemu karo Gusti Allah Swt

    tak Jawab
    gak weruh,.. aku gak iso ketemu…

    dadi nganti seprene durung ketemu karo Gusti Allah Swt
    …blassss durung pethuk babar pisan

    Mo, Mo…. lek lawange ora dibukak kowe pingin weruh njerone opo piye
    yo jelas pingin banget lho

    Mo, Mo, ayo melu aku tak kenal-ne karo kancaku sing waskitho banget, sugih ilmu kari sak penjalukmu akeh di kabulne…

    kancamu kuwi asmane sopo
    Mo, Mo, mosok durung krungu kancaku kuwi asmane “Mbah Google”

    bareng aku neng Mbah Google di wenehi Jopomontro …www.isi kakbah.com

    lha dalah tibak-e sing ono njerone kakbah koyo ngono kuwi to
    ………………………………………????!!!

  37. 21 Januari 2014 pukul 19:11

    MBAH MO
    TRUS YANG ADA DI DALAMNYA KA’BAH BA’ITULLAH APA MBAH MO??

  38. 21 Januari 2014 pukul 19:52

    MURTAD ATAU PINDAH AGAMA ITU MENURUT PANDANGAN SAYA TIDAK MENJADI MASALAH, JIKA SETELAH MEMELUK AGAMA/KEPERCAYAAN YANG BARU ITU JUSTRU MENJADIKAN SI MURTAD LEBIH BAIK DIBANDINGKAN DENGAN DULU SEWAKTU SI MURTAD BELUM MURTAD

    APA YANG SALAH JIKA SETELAH MURTAD TERNYATA SI MURTAD TIDAK MELAKUKAN SEGALA BENTUK KEJAHATAN

    APA YANG SALAH JIKA SETELAH MURTAD TERNYATA SI MURTAD JUSTRU MEMPERBANYAK AMAL KEBAJIKAN

    APA YANG SALAH JIKA SETELAH MURTAD TERNYATA SI MURTAD JUSTRU MENJADI ORANG YANG BERMANFAAT DENGAN MEMBANTU ORANG LAIN

    APA YANG SALAH JIKA SETELAH MURTAD TERNYATA SI MURTAD TIDAK MELAKUKAN PENGRUSAKAN DLL.

    APA YANG SALAH JIKA SETELAH MURTAD TERNYATA SI MURTAD BATHIN-NYA MENJADI BERSIH BEBAS DARI KEBENCIAN, KEMARAHAN, IRI HATI, KESERAKAHAN

    PESAN SAYA BIARLAH YANG MURTAD BIAR MURTAD JIKA DENGAN KEMURTADDANYA MENJADIKAN SI MURTAD LEBIH BAIK DAN LEBIH BERGUNA BAGI ORANG LAIN DAN DIRINYA

    PESAN SAYA :
    JANGAN PERCAYA BEGITU SAJA DENGAN APA YANG KAMU DENGAR DAN APA YANG KAMU BACA, JANGAN PERCAYA DENGAN ADAD KEBIASAAN YANG TELAH DILAKUKAN SECARA TURUN TEMURUN, JANGAN PERCAYA DENGAN DOKTRIN-DOKTRIN YANG MEREKA BERIKAN KEPADAMU,.. TETAPI… B U K T I K A N L A H DULU
    “Jika itu ber-MANFAT bagi kamu dan ber-MANFAAT bagi orang lain,.. dan.. Jika itu TIDAK MERUGIKAN kamu dan TIDAK MERUGIKAN orang lain dan itu merupakan KEBENARAN yang dilakukan oleh para Bijaksana, maka peganglah ajaran itu”

  39. 1 Februari 2014 pukul 17:11

    kutipan kata -> “Daripada mempertanyakan kesempurnaan Al-Qur’an sebagai pedoman transformasi bagi semua orang, aku lebih cenderung mempertanyakan KEMAMPUAN DIRIKU SENDIRI dalam menjadikan suatu kitab (atau buku) sebagai pedoman transformatifku.”

    sbnrnya ini bias, dgn asumsi muslim sprt ini maka emang dalam alam bawah sadar sudah tertancap jelas bahwa saya lebih percaya dengan diriku sendiri dibanding Allah swt. dan asumsi muslim sprt inilah yg membuat muslim kebanyakan menjadi bingung dengan Tuhan dan agamanya. saya dulu sjak kecil mempertanyakan ttg agama islam dan pernah terbesit jg ingin mencoba murtad wkt masih kecil dan tentang keberadaan-wujud Allah, walau smpat direspon negatif sm kakak sy. namun, sy berpikir, hidup adalah pilihan. namun yg satu hal yg membuat orang meragukan agamanya sendiri adalah “orang yg sudah jauh dari syariat agamanya (membuatnya tak mengenal agama sendiri) dan perasaan kepada Tuhannya sudah tertutup”.

    agama apa yg paling benar? dunia itu tidak sesimpel yg manusia bisa pikirkan. perjalanan hidup itu lebih kompleks. dan tak akan pernah manusia bayangkan. manusia hanya bisa menjalani dan berusaha. dan saya memandang agama islam sbagai agama yang terbaik dan mampu menjelaskan segala hal tentang dunia itulah pendapat saya, bagiku agamaku dan bagimu agamamu. itu adalah pilihan dan mesti dipikirkan matang2. ketika meragukan agama sendiri mengapa tidak mendekatinya agar mengetahui lebih dekat dan bukannya malah menjauh?

  40. 5 Februari 2014 pukul 01:08

    Biarlah yang ragu untuk kemudian murtad
    biarkan mereka memilih untuk kepercayaanya sendiri
    asalkan setelah murtad mereka lebih baik dari sebelumnya
    di Indonesia bebas untuk memeluk agama

  41. John Paul
    13 Februari 2014 pukul 17:03

    gini boss, …
    kalow gw perhatiin selama ini, orang2 yg ngakunya murtad dari islam selalu menggunakan nama samaran dan kurang ngerti tentang islam (dan bikin gw curiga kalow mereka itu adalah orang yg bukan islam dari dulunya) serta gak berani diajak brainstorming secara terbuka.
    Sedangkan kalow ada orang yg muallaf, pastilah orang itu berani terang2an menceritakan pengalamannya yang logis dan dapat diterima akal sehat dalam mencari pengertian tentang islam serta berani diajak brainstorming secara terbuka.

  42. putra.hariyono86@gmail.com
    30 September 2014 pukul 17:38

    maaf sebelumnya seaudaraku semuanya. sebenarnya kita sendiri yang membuat islam itu sendiri menjadi agama yang dianggap jelek. kenyataanya kita mengetahui dan percaya islam & Al -Qur’an adalah agama dan kitab tersempurna. semua orang pasti akan memiliki pandangan sendiri tentang agama dan kepercayaan kita. di zaman modern sekarang ini, kita tidak bisa hanya memakan mentah isi dan maksud dari Al-Quran itu sendiri. seharusnya kitalah kaum muslimin yang harus membedah intisari dari Al-Quran. saya pernah membaca banyak literatur tentang keotentikan dari Al-Quran sendiri. salah satu contoh saja, susunan dari ayat-ayat Al-Quran. dari susunan itu sendiri terdapat rumus matematika, yang kala itu tidak ada seorangpun yang bisa melakukanya. apalagi kita tahu Nabi Muhammad SAW seorang buta huruf plus ditambah dengan turunnya ayat itu tidak sekaligus, akan tetapi bertahap selama 23 tahun. disamping itu juga, turunya Surat Al-Quran tidak berurutan seperti yang kita lihat selama ini. jika memang Al-Quran itu sendiri merupakan karangan manusia, tidak mungkin ayat-ayat tersebut bisa berurutan dengan sistematis.
    maka dengan itu, alangkah baiknya kita perdalam diri kita tentang arti Islam & Al-Quran. berikanlah sikap kita seperti yang di isyaratkan Islam, niscaya orrang-orang yang lain bisa respek dan menghargai agama kita, Insya Allah mereka akan segera mendapatkan Hidayah.
    Amiin Ya Robbal Alamin

  43. 3 September 2013 pukul 00:28

    Bodoh atau pinter , ya lebih bodoh lagi yang mengatakan seseorang itu bodoh.

  1. 1 Agustus 2010 pukul 15:20
  2. 2 Agustus 2010 pukul 09:36
  3. 2 Agustus 2010 pukul 22:11
  4. 4 Agustus 2010 pukul 15:15
  5. 20 Juni 2011 pukul 10:20

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s